Ekspor Indonesia Tembus USD 22,17 Miliar pada Februari 2026, Naik 1%

BPS mencatat kenaikan ekspor pada Februari 2026 secara tahunan didorong peningkatan nilai ekspor nonmigas pada beberapa komoditas.

Diterbitkan 01 April 2026, 11:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Februari 2026 mencapai USD 22,17 miliar atau naik sebesar 1,01 persen secara tahunan (year on year/YoY).   Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono melaporkan, nilai ekspor migas pada periode tersebut tercatat sebesar USD 1,08 miliar, atau turun sebesar 4,25 persen. Sedangkan nilai ekspor non migas naik 1,30 persen dengan nilai ekspor USD 21,09 miliar secara YoY. 

"Peningkatan nilai ekspor Februari 2026 secara tahunan tersebut terutama didorong oleh peningkatan nilai ekspor non migas pada beberapa komoditas. Semisal lemak dan minyak hewan nabati (HS 15), naik 16,19 persen dengan andil 2,17 persen terhadap peningkatan nilai total ekspor," jelasnya, Rabu (1/4/2026). 

Pada saat yang sama, seperti ekspor nikel dan barang daripadanya (HS 75) naik 74,84 persen dengan andil 1,84 persen. Lalu, mesin dan perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85) naik 28,43 persen dengan andil 1,21 persen. 

Adapun untuk ekspor non migas yang tembus USD 21,09 miliar, industri pengolahan jadi sumber terbesar dengan nilai mencapai USD 18,55 miliar. Diikuti sektor pertambangan dan lainnya USD 2,25 miliar, dan sektor pertanian-kehutanan-perikanan berkontribusi sebesar USD 0,39 miliar, dan 

"Peningkatan ekspor sektor non migas sini terutama terjadi pada industri pengolahan yang naik secara YoY sebesar 5,24 persen. Andil industri pengolahan sebesar 4,21 persen," kata Ateng. 

Komoditas yang jadi kontributor ekspor non migas, antara lain nikel, minyak kelapa sawit, kendaraan bermotor roda empat atau lebih, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, serta semi konduktor dan komponen elektronik lainnya. 

 

Total Nilai Ekspor Januari-Februari 2026

Secara kumulatif, total nilai ekspor di sepanjang Januari-Februari 2026 mencapai angka USD 44,32 miliar, atau naik 2,19 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu. 

Ateng mencatat, nilai ekspor migas pada periode ini sebesar USD 1,97 miliar, atau turun sebesar 9,75 persen. 

"Sedangkan ekspor non migas tercatat naik sebesar 2,82 persen, dengan nilai sebesar USD 42,35 miliar," imbuh dia. 

 

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6