Sederet Langkah Mesir Hadapi Kenaikan Harga Energi

Pemerintah Mesir melakukan sejumlah langkah untuk menghadapi kenaikan harga energi karena Perang Iran. Salah satunya tutup toko lebih awal.

Diterbitkan 29 Maret 2026, 22:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Toko-toko, restoran dan kafe di Mesir telah diminta untuk tutup lebih awal. Hal ini sebagai bagian dari serangkaian langkah sementara untuk mengatasi kenaikan harga energi yang disebabkan oleh Perang Iran.

Mengutip BBC, ditulis Minggu (29/3/2026), tempat usaha ritel dan tempat makan harus tutup pada pukul 21.00 waktu setempat setiap malam selama sebulan ke depan, dimulai Sabtu.

"Langkah-langkah luar biasa" yang diperkenalkan oleh pemerintah Mesir juga termasuk meredupkan lampu jalan dan iklan di pinggir jalan, serta kembali bekerja dari rumah selama satu hari dalam seminggu pada April bagi banyak orang.

Mesir sangat terpengaruh oleh konflik Timur Tengah dan blokade efektif Selat Hormuz, jalur pelayaran utama untuk minyak dan gas alam cair.

Harga minyak global telah meroket sejak pasokan melalui jalur air tersebut hampir terhenti total, dengan kekhawatiran akan adanya efek domino pada harga makanan, obat-obatan, dan barang-barang lainnya jika tidak diselesaikan.

Meskipun Mesir tidak terlibat dalam perang tersebut, ketergantungannya pada bahan bakar impor telah membuatnya rentan terhadap guncangan pasokan.

Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly mengatakan pada hari Sabtu tagihan bensin saja telah meningkat lebih dari dua kali lipat dari Januari menjadi USD 2,5 miliar atau Rp 42,43 triliun, asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.980 (1,9 miliar poundsterling) pada Maret.

Pemerintah menyebutkan, hotel dan tempat wisata akan dikecualikan dari langkah-langkah penghematan energi. Pariwisata diperkirakan menyumbang sekitar sepersepuluh dari perekonomian Mesir.

 

 

 

Kerja dari Rumah

Namun, beberapa hotel di Kairo, termasuk Marriott dan Cosmopolitan, mengatakan kepada stasiun televisi RFI mereka telah membeli generator untuk berjaga-jaga jika terjadi pemadaman listrik dan akan tetap membuka restoran untuk para tamu terlepas dari jam tutup di tempat lain.

Meskipun sebagian besar karyawan akan diminta untuk bekerja dari rumah satu hari dalam seminggu, pekerja penting, seperti mereka yang bekerja di rumah sakit, sekolah, dan pabrik, akan dikecualikan.

Sejak Iran mulai mengancam akan menyerang kapal-kapal yang mengangkut barang melalui Selat Hormuz, sebagian besar pengiriman internasional melalui jalur sempit tersebut telah terhenti. Biasanya, sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia mengalir melalui jalur tersebut.

Mesir Memperlambat Proyek Besar

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengungkapkan kekecewaannya karena negara-negara sekutu tidak bersedia membantu mengawal kapal-kapal melalui jalur perairan tersebut.

Beberapa kapal telah melewati selat tersebut sejak perang dimulai, meskipun beberapa di antaranya memiliki hubungan dengan Iran, China, atau India.

Thailand mengatakan pada Sabtu bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Iran, memberikan jalur aman bagi kapal tanker minyaknya.

Pemerintah Mesir telah menaikkan harga bensin dan biaya transportasi umum untuk membatasi dampak konflik terhadap keuangan publiknya.

Pemerintah juga akan memperlambat proyek-proyek negara yang besar dan intensif energi serta memangkas alokasi bahan bakar kendaraan pemerintah hampir sepertiga, menurut laporan kantor berita Reuters.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6