Stasiun Gambir Disiapkan Jadi TOD, Pemerintah Perkuat Transportasi Mudik Terpadu

Pemerintah siapkan Stasiun Gambir sebagai TOD dan simpul transportasi utama, dukung kelancaran mudik Lebaran 2026.

Diterbitkan 18 Maret 2026, 20:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyiapkan Stasiun Gambir sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) sekaligus simpul intermoda utama di pusat Jakarta.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penguatan sektor perkeretaapian nasional. Menurutnya, kereta api menjadi tulang punggung transportasi publik di Indonesia.

“Jadi, Pak Presiden (Prabowo Subianto) memberikan perhatian besar di perkeretaapian, tolong direnovasi, diperbaiki, dipercantik, diperindah, dipernyaman,” ujar Teddy dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Ia menilai Stasiun Gambir memiliki peran strategis sebagai pusat mobilitas di ibu kota. Oleh karena itu, penataan kawasan dan peningkatan layanan dinilai penting agar selaras dengan karakter kawasan pusat Jakarta.

“Penataan ulang kawasan, pembaruan fasilitas, serta penguatan aspek kenyamanan perlu dilakukan agar pengalaman masyarakat saat menggunakan kereta api semakin baik dan sejalan dengan peran Gambir sebagai simpul mobilitas utama nasional,” ucapnya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan, pengembangan Stasiun Gambir akan difokuskan pada optimalisasi lahan melalui penataan zona komersial serta ruang publik multifungsi.

“Integrasi kawasan stasiun dengan pusat kegiatan di kawasan Medan Merdeka, serta penyediaan fungsi komersial yang beragam dan tersegmentasi,” ujar Bobby.

Ke depan, Stasiun Gambir akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang terhubung dengan berbagai moda, seperti Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, hingga layanan bus. Kawasan ini juga akan terintegrasi dengan ruang publik di sekitar Medan Merdeka, termasuk area Monumen Nasional.

 

Volume Penumpang Tinggi Saat Mudik

Stasiun Gambir menjadi salah satu stasiun tersibuk selama periode mudik Lebaran 2026. Jumlah pelanggan yang berangkat tercatat mencapai 214.060 orang, sementara kedatangan mencapai 186.858 penumpang, menempatkannya dalam dua besar stasiun tersibuk nasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, khusus pada 18 Maret 2026, Stasiun Gambir melayani 17.687 pelanggan berangkat dan 8.046 pelanggan datang dalam satu hari.

“Dalam satu hari, Gambir akan melayani lebih dari 17 ribu pelanggan berangkat dan 8 ribu pelanggan turun,” ujar Anne.

Hingga 18 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, tiket Angkutan Lebaran telah terjual sebanyak 3.483.469 tiket atau 77,4% dari total kapasitas yang disediakan.

“Tren perjalanan mudik dengan kereta api terus menguat sejak pertengahan Maret,” kata Anne.

Relasi favorit dari Stasiun Gambir antara lain tujuan Yogyakarta, Semarang Tawang, Cirebon, dan Bandung. Tingginya minat tersebut semakin menegaskan posisi Gambir sebagai salah satu simpul transportasi utama selama musim mudik Lebaran.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6