6 Tips dari PLN Supaya Listrik Tetap Aman saat Mudik Lebaran 2026

PLN mengingatkan agar pelanggan memeriksa instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah sebelum pergi mudik Lebaran 2026. Berikut enam tips-nya.

Diterbitkan 16 Maret 2026, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) mengimbau pelanggan untuk memastikan kondisi listrik di rumah dalam keadaan aman sebelum melakukan perjalanan ke kampung halaman, menjelang arus mudik Idulfitri 1447 H. Lalu bagaimana tips menjaga listrik tetap aman?

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto menuturkan, agar pelanggan memeriksa instalasi listrik serta peralatan elektronik di rumah sebelum meninggalkannya dalam waktu cukup lama selama mudik.

"Mudik adalah momen yang dinanti banyak keluarga. Sebelum berangkat, pastikan rumah yang ditinggalkan dalam kondisi aman, termasuk instalasi listrik dan peralatan elektronik. Dengan begitu, pelanggan bisa bersilaturahmi dengan lebih tenang tanpa rasa khawatir,” kata Gregorius seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (16/3/2026).

Ia menuturkan, langkah tersebut penting dilakukan untuk menghindari korsleting atau potensi gangguan lainnya yang disebabkan oleh instalasi listrik di rumah ketika ditinggalkan dalam keadaan kosong.

Untuk itu, PLN membagikan sejumlah tips agar listrik di rumah tetap aman selama ditinggalkan saat mudik Idulfitri, antara lain:

1. Pelanggan perlu memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik dan aman sebelum meninggalkan rumah.

2. Cabut peralatan elektronik dari stop kontak untuk mencegah aliran listrik yang tidak diperlukan serta menghindari potensi gangguan listrik.

3. Hidupkan lampu penerangan seperlunya seperti lampu teras atau halaman guna membantu menjaga keamanan rumah yang ditinggalkan. Bila memungkinkan, gunakan sensor penerangan agar penggunaan listrik lebih efisien.

4. Bagi pelanggan listrik pascabayar, pastikan tagihan listrik telah dibayarkan sebelum jatuh tempo agar terhindar dari denda maupun pemutusan listrik.

5. Bagi pelanggan listrik prabayar, pastikan token listrik telah terisi cukup selama masa mudik sehingga lampu penerangan rumah tetap menyala dan alarm kWh meter tidak berbunyi.

6. Apabila kebutuhan listrik di kampung halaman meningkat, pelanggan juga dapat melakukan penambahan daya sesuai kebutuhan.

Imbauan PLN

Selain itu, PLN juga mengimbau para pelanggan untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile guna mempermudah berbagai kebutuhan layanan kelistrikan sebelum maupun selama mudik.

Melalui aplikasi PLN Mobile, pelanggan dapat melakukan pembelian token listrik, pembayaran tagihan listrik, pengajuan layanan pasang baru, tambah daya, hingga menyampaikan pengaduan gangguan listrik dengan lebih mudah.

"PLN terus memberikan kemudahan kepada para pelanggan setianya, melalui aplikasi PLN Mobile semua layanan kelistrikan bisa diakses dalam satu genggaman, kapan pun dan di mana pun. Jika terdapat gangguan atau keluhan kelistrikan, cukup laporkan melalui aplikasi, dan petugas PLN akan segera menindaklanjuti," ujar Gregorius.

PLN Siagakan 2.148 Personel Jaga Listrik Jakarta selama Ramadan dan Lebaran

Sebelumnya,  PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memastikan pasokan listrik Jakarta dalam kondisi aman dan andal untuk mendukung kelancaran ibadah selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Kesiapan tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Briefing Kesiapan Pasokan Listrik Idulfitri 1447 H yang digelar di Kantor PLN UID Jakarta Raya, Gambir, Jakarta Pusat.

General Manager PLN UID Jakarta Raya Moch. Andy Adchaminoerdin mengatakan sistem kelistrikan Jakarta saat ini memiliki cadangan daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Lebaran.

“PLN memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan di Jakarta dalam kondisi siap dan andal. Dengan kesiapan sistem yang baik serta dukungan personel siaga, kami berkomitmen menjaga pasokan listrik tetap aman sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman,” ujar Andy dikutip Minggu (15/3/2026).

Andy menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Jakarta memiliki daya mampu pasok sebesar 10,97 gigawatt (GW).

Sementara itu, perkiraan beban puncak selama periode tersebut berada di kisaran 5,45 GW.

Dengan kondisi tersebut, tersedia cadangan daya sekitar 5,43 GW, atau hampir 50 persen dari kebutuhan listrik Jakarta.

Cadangan tersebut dinilai cukup untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar selama Ramadan dan Idulfitri.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6