Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) (USD IDR) terus menunjukkan pergerakan yang fluktuatif. Kondisi ini menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar dan investor, mengingat dampaknya terhadap perekonomian nasional.
Pada perdagangan Jumat sore hari, Rupiah sempat ditutup menguat tipis. Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di level 16.888
Para analis memprediksi USD IDR akan terus bergerak dinamis pekan depan, dengan potensi pelemahan yang perlu diwaspadai. Sentimen global seperti kebijakan The Federal Reserve (The Fed) dan ketegangan geopolitik menjadi penentu utama arah pergerakan mata uang Garuda.
Advertisement
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengatakan, risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Januari menunjukkan kecilnya peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Sikap tersebut menjaga stabilitas dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah, sekaligus menekan aset logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Selain itu, sejumlah data ekonomi AS yang dirilis lebih baik dari perkiraan turut memperkuat dolar. Klaim pengangguran awal tercatat turun menjadi 206 ribu pada pekan yang berakhir 14 Februari, lebih rendah dari proyeksi 225 ribu dan posisi sebelumnya 229 ribu. Survei Manufaktur Federal Reserve Philadelphia juga naik ke 16,3 pada Februari, melampaui ekspektasi 8,5 dan meningkat dari 12,6 pada Januari.
Dari sisi geopolitik, ketegangan antara AS dan Iran masih membayangi pasar. Laporan media menyebutkan militer AS tengah mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran setelah adanya peningkatan kekuatan militer di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Risiko Geopolitik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3545720/original/056823400_1629425275-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
“Risiko geopolitik yang terkait dengan ketegangan AS-Iran yang sedang berlangsung tetap tinggi meskipun ada pembicaraan tingkat tinggi awal pekan ini. CBS News melaporkan pada Kamis pagi bahwa militer AS sedang mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran. Laporan ini menyusul peningkatan signifikan kekuatan militer AS di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir,” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya, Jumat, 20 Februari 2026.
Pelaku pasar kini menanti rilis sejumlah data penting AS, yakni pembacaan awal Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV, data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), serta Indeks Manajer Pembelian (PMI) Global S&P yang dijadwalkan terbit malam ini.
Dari domestik, Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menandatangani perjanjian perdagangan resiprokal bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance. Dokumen tersebut diteken langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington DC.
Advertisement
Prediksi Rupiah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
Perjanjian ini mencakup 11 nota kesepahaman (MoU), pembentukan dewan ekonomi permanen, penurunan tarif atas ribuan pos produk, serta komitmen pembelian energi dan pesawat. Kesepakatan tersebut diharapkan memperkuat keamanan dan pertumbuhan ekonomi kedua negara serta berkontribusi terhadap kemakmuran global.
"Perjanjian ini akan menjadi tonggak bersejarah dalam kemitraan RI-AS, memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta secara berkelanjutan berkontribusi terhadap kemakmuran global. Lebih jauh,” kataIbrahim.
Seiring sentimen itu, rupiah berpotensi bergerak fluktuatif dengan potensi melemah di kisaran 16.880 hingga Rp 16.910 dolar AS pada Senin, 23 Februari 2026.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2626643/original/042780100_1669784618-pas_foto_biru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263363/original/077170500_1781914217-AP26170799360158-Maroko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258677/original/006830300_1781400870-000_B6Z639C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261507/original/086752300_1781723618-063_2282082971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263929/original/069841500_1782033777-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262977/original/095515100_1781855197-20260616HK_Latihan_Timnas_Prancis_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262514/original/049328500_1781828863-Canada_s_Jonathan_David__left__and_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8275504/original/022503000_1782129376-Untitled-1-04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261718/original/051731600_1781755469-IMG-20260618-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579573/original/036335300_1778057265-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262853/original/066200900_1781850563-107139155-1666426301839-gettyimages-1243511682-AFP_32K492Z.webp)