Impor Garam 60%, Ini Langkah KKP Wujudkan Swasembada

KKP dan PT Garam percepat swasembada garam 2027 lewat teknologi MVR dan investasi industri.

Diterbitkan 12 Februari 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menargetkan Indonesia mampu mencapai Swasembada Garam 2027. Sebuah ambisi besar untuk mengakhiri ketergantungan impor yang selama ini mencapai 60 persen dari kebutuhan nasional.

Berdasarkan proyeksi, kebutuhan garam nasional pada 2027 di angka 4,9 juta ton hingga 5,2 juta ton per tahun. Namun produksi dalam negeri hanya berkisar 2 juta ton. Angka ini sangat fluktuatif tergantung faktor cuaca serta kualitas.

Kondisi ini membuat sektor industri—yang menyerap sekitar 90 persen kebutuhan garam nasional—masih bergantung pada pasokan luar negeri, terutama untuk spesifikasi tinggi seperti industri chlor alkali plant (CAP), aneka pangan, hingga farmasi yang membutuhkan kadar NaCl 97–99 persen.

Direktur Sumber Daya Kelautan Ditjen Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Frista Yorhanita menjelaskan, pemerintah tetap optimistis target swasembada garam dapat tercapai 2027.

Optimisme itu didorong sinergi lintas kementerian, BUMN, industri pengguna, hingga investor swasta. Pemerintah juga telah menerbitkan Perpres Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pegaraman Nasional sebagai payung hukum percepatan dari hulu hingga hilir.

“Kalau ditanya optimistis atau tidak, kami harus optimistis. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri, tapi bersama-sama,” ujar Frista, pada acara Hilirisasi Garam, di Jakarta Pusat, Kamis (12/02/2026).

Untuk menutup gap produksi sekitar 3 juta ton, pemerintah menerapkan tiga strategi utama. Pertama, ekstensifikasi, yakni membuka tambak garam baru di wilayah potensial.

Salah satu fokusnya adalah pengembangan kawasan sentra industri garam nasional di Kabupaten Rote, Nusa Tenggara Timur. Kawasan ini memiliki keunggulan iklim dengan periode panas lebih panjang sehingga mendukung produktivitas. Pemerintah menargetkan produktivitas hingga 200 ton per hektare per tahun.

Kedua, intensifikasi, yaitu meningkatkan produktivitas dan kualitas tambak eksisting melalui perbaikan saluran air, bantuan sarana produksi, washing plant, hingga sertifikasi berbasis SNI Cara Produksi Garam yang Baik.

Ketiga, dan yang paling krusial, adalah pengembangan teknologi untuk mengatasi ketergantungan pada cuaca. Produksi garam nasional saat ini mayoritas masih menggunakan metode evaporasi terbuka dengan siklus panen 60–80 hari dan sangat bergantung musim kemarau yang hanya 5–6 bulan per tahun.

KKP menguji teknologi semi-mekanis seperti SWRO dan pemanfaatan material alami untuk mempercepat evaporasi serta meningkatkan kualitas hingga spek industri. Teknologi ini diharapkan mampu menghasilkan garam dengan kadar NaCl minimal 97 persen.

PT Garam Siapkan Investasi Triliunan

Di sisi hilir, PT Garam (Persero) sebagai BUMN memegang peran strategis dalam mempercepat hilirisasi dan pemenuhan kebutuhan industri. Sekretaris Perusahaan PT Garam, Indra Kurniawan, menyebut pihaknya mengusung tiga pilar: intensifikasi lahan eksisting, pengembangan teknologi MVR (Mechanical Vapor Recompression), dan kolaborasi strategis.

"Yang pertama kita akan melakukan intensifikasi. Intensifikasi disini kita akan mengoptimalkan lahan-lahan kita yang existing yang ada di tiga kabupaten di Madura, di Sumenep, Pamekasan, dan Sampang yang mana memang lahan kita disana ini kurang lebih 5 ribu hektare," sebut Indra.

"Kita akan tingkatkan jumlah produksi kita dari 400 ribu ton menjadi 500 ribu ton. Itu hal yang akan kita lakukan, sekalian itu kita akan mengoptimalkan pabrik-pabrik existing. Selain hal itu juga pilar yang kedua yang akan kita lakukan adalah teknologi dan yang ketiga adalah berkaitan dengan kolaborasi atau aliansi," tambahnya.

PT Garam telah melakukan groundbreaking tiga proyek utama, termasuk pembangunan pabrik Segoromadu 2 di Gresik berkapasitas 80 ribu ton per tahun untuk kebutuhan aneka pangan dengan nilai investasi Rp 112 miliar.

Selain itu, teknologi MVR dibangun di Sampang (kapasitas awal 200 ribu ton per tahun, dapat dikembangkan menjadi 400 ribu ton) dengan nilai investasi sekitar Rp 2,1 triliun, serta di Manyar berkapasitas 100 ribu ton yang berkolaborasi dengan Unilever sebagai offtaker.

Tak hanya itu, PT Garam juga menjajaki kerja sama dengan Pertamina di Balikpapan untuk mengolah air buangan berkadar 4 derajat Bome menjadi garam industri dengan potensi kapasitas hingga 1 juta ton per tahun. Proyek ini ditargetkan groundbreaking pada April mendatang.

Industri Makanan Minta Kepastian Roadmap

Ketua GAPMMI, Adhi Lukman, menyampaikan kebutuhan industri makanan dan minuman terhadap garam berkualitas tinggi terus tumbuh sekitar 5 persen per tahun.

Rata-rata kebutuhan anggota GAPMMI mencapai 500–600 ribu ton per tahun, dengan beberapa perusahaan besar membutuhkan hingga 100 ribu ton per tahun masing-masing.

Menurut Adhi, spesifikasi garam untuk industri bumbu dan pangan olahan memerlukan kadar NaCl tinggi dengan kandungan impuritas rendah. Industri sangat berharap roadmap jangka pendek, menengah, dan panjang agar kepastian pasokan terjamin tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi.

“Kami ingin menggunakan garam lokal karena lebih efisien secara logistik. Tapi spesifikasinya harus sesuai,” ujarnya.

Jaga Lingkungan dan Kesejahteraan Petambak

Pemerintah menegaskan percepatan swasembada tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Limbah produksi berupa air bittern akan diolah kembali menjadi bahan baku pupuk, natrium bromat, kalsium, magnesium, hingga bahan industri baterai, sehingga tidak menghasilkan waste.

Di sisi lain, sekitar 25 ribu petambak rakyat tetap menjadi bagian dari ekosistem. PT Garam membuka skema offtake melalui koperasi dengan standar kualitas minimal NaCl 94 persen untuk diserap ke pabrik pengolahan.

Dengan kombinasi kebijakan hulu-hilir, investasi teknologi, kolaborasi investor, dan kepastian regulasi melalui Perpres 17 tahun 2025, pemerintah berharap ketergantungan impor bisa ditekan signifikan dan target Swasembada Garam 2027 benar-benar terwujud.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6