Shinta Kamdani Bocorkan Isi Pertemuan 3 Jam dengan Prabowo di Hambalang

Shinta Kamdani menjelaskan, pertemuan dengan Presiden Prabowo sangat berharga karena pengusaha tidak hanya mendengar arahan, tetapi bisa menyampaikan masukan.

Diterbitkan 10 Februari 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor. Pertemuan yang digelar pada Senin kemarin dihadiri sejumlah pengusaha nasional, di antaranya Sofjan Wanandi, Sudhamek Agoeng Waspodo, Soenjoto, hingga Adhi S. Lukman.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menjelaskan, pertemuan dengan Presiden Prabowo tersebut untuk berdialog langsung dan menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi sektor riil di lapangan.

Pertemuan yang berlangsung hingga sekitar tiga jam itu membahas banyak hal lintas sektor. Menurutnya, yang paling penting adalah adanya ruang komunikasi dua arah antara Presiden dan para pengusaha.

“Prinsipnya bagus ya, keterbukaan. Saya berterima kasih sekali bahwa Presiden mengundang kami, perusahaan-perusahaan, untuk bisa berkomunikasi langsung dan mendengar,” ujar Shinta usai konferensi pers SCMP, Selasa (10/2/2026).

Ia menilai kesempatan tersebut sangat berharga karena pengusaha tidak hanya mendengar arahan Presiden, tetapi juga bisa menyampaikan masukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

“Kita juga mendengar dari beliau, tapi kita juga bisa memberikan masukan-masukan. Ini kesempatan yang luar biasa,” katanya.

 

Penciptaan Lapangan Kerja

Sebagai organisasi yang merepresentasikan sektor riil, Apindo menegaskan bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam penciptaan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, Presiden dinilai perlu mendengar langsung tantangan yang dihadapi pelaku usaha.

“Real sector ini memang kuncinya. Presiden juga mau mendengar apa sih yang benar-benar terjadi di lapangan,” jelas Shinta.

Ia menambahkan, berbagai masukan datang dari banyak sektor, mulai dari industri, manufaktur, hingga jasa. Tantangan utama yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama adalah soal eksekusi kebijakan, terutama yang berkaitan dengan regulasi.

“Ini kan lebih ke pelaksanaannya. Kita sudah tahu bottleneck-nya di mana, regulasi apa saja yang perlu dibenahi agar target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai,” ujarnya.

 

Semangat Indonesia Incorporated

Shinta juga menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, di mana pemerintah dan dunia usaha bergerak bersama untuk mencapai target nasional.

“Kita sama-sama punya PR. Bagaimana penciptaan lapangan kerja, bagaimana pertumbuhan ekonomi yang sudah ditargetkan pemerintah itu bisa benar-benar terealisasi,” tutupnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6