Bangkitkan Ekonomi Aceh, Gas Bumi Bisa Jadi Andalan

Aceh sebagai titik vital (key point) untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam Aceh bagi ketahanan energi nasional.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) turun tangan dalam membangkitkan roda perekonomian Aceh, dengan mengoptimalkan pemanfaatan energi gas bumi bersama PT Pembangunan Aceh (Perseroda).

Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kajian Bersama Pemanfaatan Pasokan Gas. Kesepakatan ini diproyeksikan menjadi landasan kuat bagi pengembangan industri hilir berbasis gas bumi, termasuk pemetaan kebutuhan infrastruktur dan identifikasi potensi industri yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah Aceh.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, memandang Aceh sebagai titik vital (key point) untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam Aceh bagi ketahanan energi nasional. Kerja sama ini menggabungkan pemahaman lokal PEMA, mandat pembangunan daerah, serta kapabilitas nasional PGN di bidang pengelolaan gas bumi.

PGN akan berfokus pada optimalisasi infrastruktur yang menghubungkan sumber pasokan dengan titik permintaan (demand), khususnya untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Lhokseumawe dan Aceh Besar.

"PGN melakukan pemetaan menyeluruh terhadap potensi pasokan gas, kebutuhan pengembangan infrastruktur, serta potensi demand yang akan dilayani, guna memastikan keterhubungan yang optimal antara sumber gas dan pusat demand di Aceh," jelas Mirza.

Mirza menambahkan, kajian teknis ini akan menentukan apakah distribusi gas nantinya dilakukan melalui jaringan pipa atau dalam bentuk konversi wujud seperti Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG).

"Target realisasi diharapkan lebih cepat sehingga aspek keekonomian dapat terkonfirmasi dan pembangunan infrastruktur dapat segera direalisasikan," tegas Mirza.

 

Potensi Pasokan

Direktur Pengembangan Bisnis PEMA, Naufal Natsir Mahmud, mengatakan, ruang lingkup kajian ini mencakup evaluasi potensi pasokan saat ini hingga proyeksi masa depan, termasuk pemanfaatan Blok Mubadala.

Ia menekankan, stabilitas suplai energi menjadi kunci utama untuk membangkitkan ekonomi daerah, terutama dalam masa situasi pemulihan pasca-bencana.

“Dalam upaya untuk membangkitkan roda ekonomi Aceh, dibutuhkan energi yang stabil. PEMA menyadari pentingnya mitra strategis seperti PGN untuk bersama-sama membangun ekosistem gas bumi yang menyeluruh di Aceh," ujar Naufal.

Terkait investasi, PEMA akan melakukan studi mendalam untuk menyusun tahapan pengembangan yang terukur (tier), mulai dari rencana jangka pendek hingga jangka panjang.

 

Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Ia pun memastikan bahwa sumber daya manusia (SDM) lokal akan diberikan ruang yang luas untuk terlibat dalam operasional bisnis ke depan.

"Kami berharap, kerja sama ini dapat memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Aceh. Kami juga mendorong hilirisasi agar dapat menghadirkan multiplier effect, termasuk penyerapan tenaga kerja yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh," imbuhnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6