Pecah Rekor! BP Tapera Gelontorkan Rp34,6 Triliun untuk KPR Subsidi MBR di 2025

Penyaluran KPR subsidi mencetak sejarah baru dengan realisasi tertinggi sepanjang masa. Dana Rp 34,6 triliun telah mengalir untuk membantu masyarakat.

Diterbitkan 15 Januari 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. Komisaris BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyebut capaian ini menjadi bukti kuat komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Heru mengungkapkan, sejak tahun 2010 hingga 2025, KPR subsidi telah tersalurkan sekitar 1.877.747 unit di seluruh Indonesia. Khusus pada 2025, realisasi penyaluran melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, yakni 278.865 unit rumah tapak, sementara rumah susun baru terealisasi 3 unit.

“Di tahun 2025 ini kita mencatat realisasi tertinggi dalam sejarah FLPP, dengan 278.865 unit rumah tapak. Ini capaian yang sangat signifikan,” kata Heru di Ruang Kerja Kementerian PKP, Kamis (15/1/2026).

Dari sisi ekonomi, Heru menegaskan bahwa program KPR subsidi memberikan dampak besar terhadap perputaran uang nasional. Total nilai penyaluran yang digelontorkan mencapai Rp 34,6 triliun.

“Nilai penyaluran yang kita salurkan ke perekonomian mencapai Rp34,6 triliun. Saya kira ini angka yang tidak main-main,” ujarnya.

 

Sosialisasi

Ia juga menekankan arahan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, agar tidak ada satu pun segmen MBR yang tertinggal dalam program perumahan subsidi. Karena itu, pemerintah mendorong sosialisasi yang lebih masif dan merata ke seluruh lapisan masyarakat.

“Seperti kata Pak Menteri, jangan sampai ada segmen MBR apa pun yang ditinggalkan. Beliau mendorong agar sosialisasi dilakukan secara masif ke semua lapisan masyarakat,” jelas Heru.

Hasil dari upaya tersebut terlihat dari sebaran penerima manfaat KPR subsidi berdasarkan profesi. Kelompok buruh menjadi penerima terbanyak dengan 44.077 unit, disusul profesi lain sekitar 21 ribu unit, kemudian guru, tenaga kesehatan, Polri, perawat, petani sebanyak 733 unit, bidan, TNI AD, wartawan, nelayan, asisten rumah tangga, hingga pegawai lainnya.

“Data ini menunjukkan bahwa KPR subsidi benar-benar menyentuh berbagai profesi dan lapisan masyarakat yang membutuhkan rumah layak,” pungkas Heru.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6