Hadapi Cuaca Ekstrem, PLN Bagikan Tips Aman Gunakan Listrik Saat Hujan Deras

Cuaca ekstrem di musim hujan meningkatkan risiko kelistrikan. PLN Jakarta Raya mengimbau warga lebih waspada demi keselamatan.

Diterbitkan 15 Januari 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki musim hujan yang kerap diwarnai cuaca ekstrem, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam menggunakan listrik. Kondisi hujan deras hingga banjir dapat meningkatkan risiko kecelakaan, mengingat air merupakan penghantar listrik yang berbahaya.

PLN menekankan pentingnya langkah pencegahan agar aktivitas masyarakat tetap aman selama cuaca ekstrem. Beberapa hal sederhana dapat dilakukan di rumah untuk meminimalkan risiko gangguan maupun kecelakaan listrik.

Masyarakat diimbau memastikan instalasi listrik tidak terkena rembesan air, serta segera mematikan aliran listrik apabila terjadi banjir di sekitar rumah. Selain itu, warga juga diminta menghindari menyentuh peralatan listrik dengan tangan basah dan menggunakan stopkontak yang dilengkapi pelindung percikan air.

PLN juga mengingatkan agar masyarakat tidak bermain di genangan air yang berada dekat dengan area kelistrikan, serta memastikan barang-barang di rumah tidak berada dekat konduktor atau sumber listrik yang berpotensi tersentuh air.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama, terutama saat cuaca ekstrem melanda.

“Keselamatan pelanggan adalah prioritas kami. Saat hujan deras, pastikan semua peralatan listrik berada di tempat yang aman dan kering,” ujar Andy Adcha dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan digital PLN untuk kondisi darurat, terutama jika terjadi banjir di lingkungan tempat tinggal.

“Jika ada kondisi darurat, gunakan PLN Mobile untuk melapor. Tim kami siap membantu agar listrik kembali normal dengan aman,” tambahnya.

PLN berharap imbauan ini dapat membantu masyarakat menghadapi musim hujan dengan lebih tenang dan aman di tengah ancaman cuaca ekstrem. 

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Pantura 3 Hari ke Depan

Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di wilayah Pantura dalam tiga hari ke depan. Hal itu diungkap Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang, Senin (12/1/2026), seraya mengimbau masyarakat untuk waspada.

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa mengatakan, cuaca ekstrem berdampak terjadinya hujan lebat, angin kencang, hingga puting beliung, terutama di daerah pesisir.

Wilayah Jateng, katanya, memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2026, sehingga hujan lebat masih berpotensi sering terjadi di seluruh daerah di Jateng.

"Potensi hujan sedang hingga lebat ini hampir menyeluruh di wilayah Jateng untuk seminggu ke depan ataupun tiga hari ke depan," katanya.

Daerah yang memerlukan perhatian khusus antara lain Pantura Timur, seperti Demak, Jepara, Pati, Kudus, Rembang, dan Grobogan.

Potensi hujan lebat di wilayah tersebut masih akan berlangsung selama tiga hari ke depan, bahkan masuk dalam cuaca ekstrem.

"Pantura Timur itu wilayah Demak, Pati, Kudus, Jepara, kemungkinan sampai tiga hari ke depan (berpotensi cuaca ekstrem, red.). (Curah hujan) sedang hingga lebat sampai ekstrem," katanya.

Ferry juga menjelaskan, dua hari lalu di Jepara, Kudus, dan Demak hujannya termasuk ekstrem di atas 100 milimeter per hari.

 

Angin Kencang

Selain hujan lebat, kata dia, masyarakat pesisir Pantura Timur juga diminta untuk mewaspadai angin kencang.

"Di wilayah pesisir dekat laut itu berpotensi puting beliung atau angin kencang," katanya.

Seiring dengan itu, masyarakat diminta menghindari tempat berbahaya saat hujan deras, seperti baliho, tiang listrik, pohon besar dan lain sebagainya karena berpotensi roboh.

Dengan hujan deras yang terus terjadi sejak 9 Januari 2025 lalu, potensi banjir masih mengintai wilayah Pantura Timur.

Penyebab curah hujan tinggi, kata dia, antara lain karena pusat tekanan rendah di perairan selatan Nusa Tenggara hingga Bali, pertemuan angin (konvergensi), serta kelembaban udara yang tinggi.

"Masih ada potensi banjir karena di situ hujan lebatnya sudah dari dua hari, dari tanggal 9 (Januari 2025) itu sudah hujan lebat. Kemungkinan sampai tiga hari ke depan masih ada potensi hujan deras di wilayah Pantura Timur," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6