BRI Rebranding Logo Baru, Ingin Ubah Citra di Mata Anak Muda

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menuturkan, pihaknya ingin menyegarkan brand untuk membantu cara pandang masyarakat terhadap BRI agar lebih positif.

Diterbitkan 16 Desember 2025, 18:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melakukan rebranding dengan memperkenalkan logo baru perseroan. Salah satu tujuannya yakni untuk penyegaran kepada para generasi muda, sehingga BRI tidak identik sebagai perbankan dengan citra yang terkesan tua. 

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, mengacu pada studi Kantar, Kadence, Nielsen, emiten berkode saham BBRI ini perlu melakukan corporate rebranding yang tetap relevan dengan perkembangan zaman. 

"BRI itu dipercaya dan mudah diakses, tapi terlalu tergantung pada citra kerakyatan. Kemudian muncul persepsi tua di kalangan segmen urban dan anak muda," ujar dia dalam Launching BRI Corporate Rebranding di Menara BRILian, Jakarta, Selasa (16/12/2025). 

"Koneksi emosional publik dengan brand masih lemah, kemudian identitas brand belum selaras dengan ekspektasi gen Z," kata Hery. 

Dalam pembaharuan ini, BRI mengubah latar belakang warna biru tua di logonya menjadi biru muda. Kemudian logo dan tulisan BRI di sampingnya pun dipasang dengan ukuran font lebih kecil. 

Hery mengutarakan, pihaknya ingin menyegarkan brand tersebut untuk membantu mengubah cara pandang masyarakat terhadap BRI agar lebih positif dan tidak termakan zaman.

"Agar dari bank yang hanya untuk melayani masyarakat kecil dan kurang terlayani, mungkin kita ingin juga bisa membantu semua orang di manapun mereka berada," imbuh dia. 

 

Rebranding di Mata Danantara

COO Danantara Donny Oskaria pada kesempatan sama menambahkan, rebranding merupakan bentuk komitmen dari perusahaan pelat merah untuk terus bisa mengikuti perubahan yang ada. 

"Sebenernya rebranding itu bukan masalah apa menjadi apa, tetapi bagi saya yang paling penting adalah ada satu pemahaman yang baik dari manajemen, bahwa setiap saat itu kita harus berubah. Bahwa yang namanya perubahan itu adalah satu keharusan," tegasnya. 

Menurut dia, perubahan itu disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah untuk menjawab tuntutan daripada pelanggan alias customer. "Perubahan daripada tuntutan ini ada sebabnya juga yang pertama karena kompetitor menawarkan hal yang lebih baik," ungkapnya.

 

BRI Raih Predikat Perusahaan dengan Tata Kelola Terbaik di Indonesia Trusted Companies 2025

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu perusahaan dengan tata kelola terbaik di Indonesia. Bank dengan kode emiten BBRI ini berhasil meraih predikat “Sangat Terpercaya” pada ajang penghargaan Indonesia Trusted Companies 2025 berbasis CGPI 2024.

Penghargaan ini diberikan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) bekerja sama dengan Majalah SWA sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara menyeluruh dan berkelanjutan.

BRI menjadi salah satu dari 25 perusahaan yang berhasil meraih skor kategori tertinggi, menegaskan kualitas tata kelola BRI yang kuat dan sejalan dengan standar terbaik industri. Capaian ini menjadi semakin relevan mengingat kondisi perekonomian global yang terus menghadapi tantangan, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang menantang hingga ketegangan geopolitik kawasan yang meningkatkan ketidakpastian pasar.

Di tengah situasi tersebut, tata kelola yang kokoh menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk menjaga ketahanan sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Direktur Human Capital & Compliance BRI, A. Solichin Lutfiyanto, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bukti komitmen seluruh insan BRI dalam menjaga standar tata kelola yang tinggi.

“Predikat Sangat Terpercaya pada CGPI 2024 merupakan hasil dari kerja keras seluruh Insan BRILian yang terus menjunjung tinggi nilai integritas serta prinsip-prinsip GCG dalam setiap aktivitas operasional. Bagi kami, tata kelola bukan sekadar kepatuhan, tetapi fondasi penting untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar A. Solichin.

GCG yang Jadi Kunci BRI Terus Berinovasi dan Menjaga Daya Saing

Ia menambahkan, BRI akan terus memperkuat kapabilitas organisasinya untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

“Konteks bisnis saat ini bergerak sangat cepat dan penuh ketidakpastian. Karena itu, BRI terus memperkuat kapabilitas dinamis serta membangun budaya perusahaan yang adaptif agar mampu mengidentifikasi peluang baru, berinovasi, dan menjaga daya saing secara berkelanjutan. Penerapan GCG yang kuat menjadi kunci dalam memastikan setiap langkah tersebut berjalan secara etis, terukur, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Tahun ini, program CGPI mengusung tema “Membangun Kapabilitas Dinamis Perusahaan dalam Kerangka GCG”, yang menekankan pentingnya kemampuan adaptif perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang semakin cepat, tidak menentu, kompleks, dan ambigu.

Di tengah tantangan era VUCA, disrupsi teknologi, serta dinamika global, perusahaan dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga proaktif dalam mengelola sumber daya, mengidentifikasi peluang, dan membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Ajang Indonesia Trusted Companies 2025 diikuti oleh 52 perusahaan dari berbagai sektor, yang terbagi ke dalam tujuh kelompok industri. Seluruh peserta dinilai melalui rangkaian tahapan ketat mencakup self-assessment, penilaian dokumen, dan observasi langsung yang melibatkan Direksi, Dewan Komisaris, serta pemangku kepentingan internal dan eksternal.

Penilaian dilakukan terhadap tiga aspek utama, yaitu struktur tata kelola, proses tata kelola, dan hasil tata kelola, dengan bobot yang ditentukan melalui panel ahli menggunakan metode Analytical Network Process (ANP). Skor akhir peserta kemudian dikelompokkan ke dalam tiga kategori: Sangat Terpercaya, Terpercaya, dan Cukup Terpercaya.

Pencapaian ini mencerminkan komitmen BRI dalam mengedepankan transparansi, akuntabilitas, integritas, serta prinsip kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan dan proses bisnis. Melalui tata kelola yang kuat, BRI terus memastikan keberlanjutan kinerja sekaligus memperkuat kepercayaan pemegang saham, regulator, serta masyarakat luas.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6