Menko Airlangga: BYD, Vinfast hingga Hyundai Guyur Investasi Mobil Listrik Rp 45,6 Triliun

Menko Airlangga menyebutkan pabrikan mobil listrik kelas dunia telah merealisasikan investasi mereka ke Indonesia. Simak rinciannya di sini.

Diterbitkan 04 Desember 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Menko Airlangga) mengungkapkan investasi sejumlah pabrikan mobil listrik akan terealisasi pada akhir 2025 ini. Nilai investasi tembus hingga puluhan triliun rupiah.

Dia mengatakan, investasi ini menjadi tanda perkembangan dari industri mobil listrik di Tanah Air. Dia mencatat, investasi dari BYD misalnya yang menyiapkan Rp 11,2 triliun dengan produksi mobil listrik 150 ribu unit per tahun.

"Dari segi electric vehicle kita lihat beberapa merek sudah investasi di Indonesia seperti commitment dari BYD itu Rp 11,2 triliun, 150 ribu per tahun. 90% sekarang sudah direalisasikan mudah-mudahan Desember ini selesai," kata Airlangga dalam Indonesia Connect Outlook 2026, di The Hall Senayan City, SCTV Tower, Jakarta, ditulis Kamis (14/12/2025).

Selain itu, ada merek mobil listrik lain yang akan investasi dengan nilai cukup besar. Seperti Chery yang disebut akan menanamkan dana Rp 5,2 triliun. Kemudian, Vinfast merek mobil asal Vietnam yang berencana investasi USD 200 juta atau setara Rp 3,4 triliun untuk memproduksi 50 ribu mobil setahun.

"Wuling sudah investasi kemarin Rp 9,3 triliun dan akan menambah Rp 7,5 triliun untuk baterai," ucap dia.

Lalu, ada Hyundai yang akan investasi Rp 20 triliun. Sejalan dengan perkembangan ini, kata Airlangga, pemerintah telah menyiapkan produsen mobil listrik asli RI yang digadang mobil nasional.

"Sehingga dengan demikian arahan Bapak Presiden Pak Prabowo, Indonesia sendiri sudah menyiapkan mobil nasional," kata Airlangga.

 

Harga Mobil Makin Murah

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Menko Airlangga) menjelaskan, pasar otomotif Indonesia memasuki fase baru setelah kehadiran mobil listrik skala massal membuat harga mobil konvensional mengalami koreksi signifikan.

Dalam pameran otomotif di Bumi Serpong Damai (BSD), harga rata-rata mobil turun hingga kisaran Rp 300 juta. Bahkan beberapa model kini ditawarkan hanya Rp 175-190 juta, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kalau kita lihat kemarin di pameran di Bumi Serpong Damai harga mobil rata-rata Rp 300 juta rupiah dan bahkan ada mobil yang harganya Rp 175 sampai Rp 190 juta. Artinya, dengan kehadiran electric vehicle harga mobil tertekan ke bawah dan ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Airlangga di Rapimnas Kadin, di Park Hyatt, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Airlangga menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan hasil dari meningkatnya penetrasi kendaraan listrik (electric vehicle/EV), baik dari produsen lokal maupun global. Kompetisi harga yang ketat memaksa produsen mobil berbahan bakar bensin untuk menyesuaikan harga agar tetap kompetitif.

 

Beralih ke Mobil Listrik

Koreksi harga tersebut dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi, terutama di segmen menengah.

Kondisi pasar menunjukkan bahwa selera konsumen mulai bergeser. Penjualan mobil listrik naik 18,27% sepanjang 2025, jauh melampaui pertumbuhan penjualan mobil konvensional yang cenderung stabil. Sementara itu, penjualan sepeda motor naik 8,4%, menandakan permintaan kendaraan pribadi tetap tinggi.

“Penjualan mobil stabil namun penjualan mobil listrik naik 18,27 persen jadi terjadi shifting dari mobil bensin ke mobil listrik,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6