Tantangan Bonus Demografi, Bos Kadin: Banyak Pengangguran Gen Z

Tingginya pengangguran muda di tengah kondisi bonus demografi menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dengan kualitas tenaga kerja.

Diterbitkan 01 Desember 2025, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengingatkan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam memaksimalkan momentum bonus demografi.

Meski kondisi ekonomi dinilai lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya, tingkat pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah yang mendesak.

“Karena kita lihat bahwa kita percaya dan optimis. Bahwa keadaan sekarang jauh lebih baik daripada keadaan-keadaan sebelumnya. Tapi pengangguran memang masih ada di kisaran 4,85 persen. Dan 17 persennya itu datang dari usia muda 16-24 tahun,” kata Anindya dalam Rapat Pimpinan Nasional 2025, di Park Hyatt, Jakarta, Senin (1/12/2025).

Menurutnya, tingginya pengangguran muda menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dengan kualitas tenaga kerja. Generasi muda yang seharusnya menjadi motor pertumbuhan justru belum terserap optimal di pasar kerja.

Selain tingginya pengangguran muda, Anindya menyoroti rasio Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang masih berada di level 6,3 lebih tinggi dibanding Vietnam, Thailand, hingga Malaysia.

Ia menjelaskan bahwa ICOR menggambarkan seberapa efisien investasi menghasilkan output ekonomi. Menurutnya, tingginya ICOR ini menunjukkan bahwa perbaikan regulasi dan birokrasi masih menjadi kebutuhan mendesak.

“Lalu rasio ICOR itu untuk menandakan berapa efisien kita dalam setiap dolar yang dikeluarkan. Itu masih tinggi di level 6,3. Lebih tinggi dari Vietnam 4,6, Thailand 4,4, dan Malaysia,” ujarnya.

 

Dorong Pelibatan Daerah dan Program Pemberdayaan

Untuk menjawab tantangan struktural tersebut, Kadin menegaskan komitmennya mendukung berbagai program pemerintah yang menyentuh hingga level desa.

Anindya menyebut sejumlah inisiatif yang menjadi fokus Kadin, mulai dari program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, Rumah Garuda, hingga penguatan pusat kesehatan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pelibatan Kadin daerah sangat penting agar pembangunan ekonomi dapat lebih merata dan langsung menyentuh masyarakat.

“Kami ingin menyampaikan bahwa pada saat ini banyak sekali teman-teman di Kadin yang ingin berpartisipasi pada program-program pemerintah yang tentunya mencapai daerah,” ujarnya.

 

Perluasan Lapangan Kerja dan Penguatan Ekonomi Daerah

Lebih lanjut, Anindya menegaskan bahwa misi utama Kadin saat ini adalah memperluas lapangan kerja sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Dengan sejumlah indikator makro menunjukkan hasil positif, pertumbuhan ekonomi 5,04%, inflasi 2,86%, serta surplus perdagangan lebih dari USD 1 miliar per bulan, Kadin menilai saatnya fokus berpindah ke penguatan sektor mikro.

“Jadi, angka-angka makro sudah terlihat arahnya ke jalan yang benar. Nah sekarang bagaimana nih Kadin fokusnya ke mikroekonomi. Dan kami optimis bahwa di pemerintahan Pak Prabowo dan Pak Wakil Presiden Gibran, kita mampu untuk mencapai pertumbuhan sampai ke 8%,” pungkasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6