SPBU Shell Segera Sepakati Pembelian BBM dari Pertamina, Intip Kabar Terbarunya

Negosiasi SPBU Shell dengan Pertamina memasuki tahap akhir demi pemulihan pasokan BBM.

Diterbitkan 24 November 2025, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa negosiasi antara Pertamina Patra Niaga dan SPBU Shell terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM) kini memasuki tahap akhir. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk membantu badan usaha swasta yang telah kehabisan kuota impor BBM.

“Vivo kan kemarin sudah, sekarang kabar terakhir Shell memasuki tahap akhir,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, dikutip dari Antara, Senin (24/11/2025).

Sejauh ini, sejumlah operator SPBU swasta seperti AKR, BP, dan Vivo sudah memperoleh pasokan BBM dari Pertamina. Pada tahap pertama, Pertamina menyalurkan 100 ribu barel minyak kepada BP-AKR, dan jumlah yang sama juga telah disalurkan kepada Vivo. Sementara itu, ExxonMobil belum mengajukan permintaan karena masih memiliki stok yang memadai.

Laode menambahkan bahwa Shell telah mengajukan volume pembelian kepada Pertamina, namun belum dapat dipublikasikan.

“Kita tunggu saja (volume Shell),” katanya.

Dengan kondisi ini, SPBU Shell menjadi satu-satunya jaringan yang belum mencapai kesepakatan pembelian BBM dan masih menunggu tahap finalisasi.

 

Percepatan Kesepakatan Shell dan Pertamina

Kelangkaan BBM di SPBU swasta sebenarnya sudah terjadi sejak pertengahan Agustus 2025. Shell dan BP menjadi yang pertama mengalami penipisan stok, disusul Vivo yang mulai kehabisan BBM pada Oktober 2025.

Namun secara bertahap, pasokan mulai pulih. Pada akhir Oktober, jaringan SPBU BP kembali beroperasi normal, sementara Vivo juga mulai memulihkan stok sejak Minggu (23/11/2025).

Di sisi lain, Shell masih menunggu finalisasi dengan Pertamina Patra Niaga agar pasokannya bisa kembali stabil. Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus memantau proses negosiasi ini karena menyangkut ketersediaan energi bagi masyarakat.

Laode memastikan pemerintah tetap mendorong percepatan kesepakatan guna menghindari terulangnya krisis pasokan BBM yang terjadi selama beberapa bulan terakhir. Hingga kini, Shell menjadi satu-satunya SPBU swasta besar yang pasokannya belum dinyatakan pulih sepenuhnya.

 

Permohonan Maaf Shell

Di tengah proses negosiasi yang hampir rampung, Shell Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kelangkaan BBM. Presiden Direktur & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya mempercepat pemulihan pasokan.

Shell juga memastikan seluruh prosedur pengadaan tetap mengikuti standar kualitas yang ditetapkan. Perusahaan tersebut menegaskan siap bekerja sama dengan Pertamina untuk mempercepat distribusi BBM agar kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi kembali dalam waktu dekat.

Pemerintah berharap proses finalisasi pembelian BBM oleh Shell segera selesai agar semua jaringan SPBU swasta memiliki pasokan yang stabil. Dengan bergabungnya Shell dalam skema penyaluran Pertamina, pemerintah menilai pasokan BBM nasional ke depan akan lebih terjamin dan tidak lagi mengalami gangguan seperti beberapa waktu terakhir.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6