Laporan Liputan6.com dari Melbourne: Jalan-Jalan ke Monash University, Kampus Riset Kelas Dunia dengan Fasilitas Ramah Muslim

Kampus utama Monash University berada di Clayton, Victoria. Perlu 30 menit perjalanan dari pusat Kota Melbourne untuk menuju ke universitas ini.

Diterbitkan 21 November 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketika berbicara tentang pendidikan tinggi kelas dunia, nama Monash University hampir selalu masuk dalam daftar teratas. Reputasinya sebagai universitas riset global dengan alumni berpengaruh menjadikannya salah satu destinasi pendidikan favorit mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia.

Dalam kunjungan khusus atas undangan Kedutaan Besar Australia, jurnalis Liputan6.com, Tira Santia, berkesempatan menelusuri langsung atmosfer akademik kampus ternama ini.

Monash University telah menjadi rumah bagi banyak mahasiswa Indonesia yang kini berkarier di berbagai lini, dari pemerintahan hingga dunia kreatif.

Sejumlah pejabat tinggi negara, praktisi profesional, hingga figur publik memiliki latar belakang pendidikan dari universitas ini. Salah satu nama yang paling dikenal generasi muda adalah Iqbaal Ramadhan penyanyi sekaligus aktor yang pernah menimba ilmu di Monash.

Kisah Iqbaal hanyalah satu dari banyak bukti bagaimana lingkungan akademik Monash membuka peluang bagi mahasiswanya untuk berkembang secara global. Mereka datang dari berbagai latar belakang, namun pulang membawa keterampilan, pengalaman, dan jaringan internasional yang memperkuat kiprah mereka di Tanah Air.

Kampus utama Monash berada di Clayton, Victoria sekitar 30 menit perjalanan dari pusat Kota Melbourne. Begitu tiba, suasananya langsung terasa berbeda, yakni udara sejuk khas Melbourne, bangunan dengan desain modern yang estetik, serta hamparan ruang terbuka hijau yang memberi kesan lapang dan tenang.

Kursi-kursi taman tersebar di berbagai titik kampus, mengundang siapa saja untuk sekadar duduk menikmati sejuknya udara, berdiskusi, atau belajar di alam terbuka. Lingkungan yang ramah mahasiswa ini bukan sekadar estetika, melainkan bagian dari filosofi Monash untuk menciptakan ruang belajar yang inklusif dan menyenangkan.

 

Reputasi Global yang Dibangun dalam Waktu Singkat

Dibandingkan universitas ternama lain yang telah berdiri ratusan tahun, perjalanan Monash bisa dibilang luar biasa pesat. Dalam kurun waktu sekitar 60 tahun, Monash berhasil menembus peringkat ke-36 dunia.

"Namun dalam rentang waktu singkat sekitar 60 tahun lebih, kami kini telah melesat ke posisi 40 besar universitas terbaik di dunia. Peringkat terbaru kami berada di posisi ke-36 dunia," kata Vice-President (International Engagement) Monash University, Sunny Yang saat ditemui di Monash Univesity, Melbourne, Australia, Jumat (21/11/2025).

Lonjakan reputasi ini bukan kebetulan. Keunggulan Monash terletak pada komitmennya terhadap riset berpengaruh, inovasi lintas disiplin, serta kualitas pengajaran yang terus diperkuat.

Menurutnya, dengan pendekatan pendidikan yang responsif terhadap isu-isu global, universitas ini mampu menghasilkan lulusan yang relevan, kompetitif, dan siap berkontribusi bagi dunia.

"Kami adalah universitas yang sangat komprehensif dan merupakan universitas riset, universitas yang sangat berorientasi penelitian. Secara lokal dan internasional, Monash sangat populer di kalangan mahasiswa," ujarnya.

Bagi mahasiswa internasional, capaian ini menjadi magnet tersendiri. Mereka tidak hanya belajar dari para akademisi terbaik, tetapi juga terlibat dalam riset yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

 

Monash University Miliki Jaringan Kampus yang Luas

Selain Clayton, Monash juga memiliki kampus di Caulfield, Peninsula, dan Parkville di Australia. Tidak hanya itu, universitas ini memperluas pengaruhnya melalui Monash University Malaysia serta Monash University Indonesia, yang baru dibangun sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi riset dan pendidikan di kawasan Asia.

"Jadi 98.000 mahasiswa adalah skala yang sangat besar. Kami memiliki kampus di Australia, Malaysia, Indonesia, dan kehadiran mitra di China, India, serta pusat di Italia. Kami sangat bangga dengan jaringan kampus internasional kami yang benar-benar mendukung ambisi menjadi universitas yang sepenuhnya internasional," ujarnya.

Keberadaan kampus di Indonesia menjadi kesempatan besar bagi generasi muda Tanah Air untuk menikmati pendidikan berstandar internasional tanpa perlu jauh ke luar negeri. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen Monash dalam membangun hubungan akademik jangka panjang dengan Indonesia.

Fasilitas yang Nyaman

Adapun Monash University menawarkan lebih dari sekadar ruang belajar. Di dalam salah satu gedung utamanya, pengunjung dapat menemukan berbagai fasilitas yang dirancang memenuhi kebutuhan mahasiswa, mulai dari kantin, toko baju, toko buku, hingga restoran dengan pilihan menu yang sangat beragam.

Kebersihan, kenyamanan tempat duduk, serta penataan ruang yang modern membuat area ini menjadi salah satu titik berkumpul favorit mahasiswa.

Bagi mahasiswa Indonesia, Monash juga menyediakan fasilitas yang sangat berarti yakni, tempat ibadah di Monash Religious Centre. Kehadiran pusat ibadah ini menunjukkan komitmen universitas untuk menciptakan lingkungan multikultural yang menghargai keberagaman agama dan budaya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6