Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia kembali mencatat penguatan pada perdagangan Rabu (19/11/2025) pagi setelah tiga hari berturut-turut berada di bawah tekanan. Harga emas dunia naik ke kisaran USD 4.070, didorong meningkatnya sentimen risk-off di pasar global.
Para pelaku pasar kini menantikan rilis sejumlah data penting Amerika Serikat (AS) yang sempat tertunda, termasuk risalah FOMC dan laporan ketenagakerjaan AS.
Analis Senior Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa emas sempat bergerak positif selama sesi perdagangan Amerika Utara pada Selasa malam. Meski dolar AS masih berada dalam posisi beli, kekhawatiran perlambatan ekonomi membuat investor kembali melirik aset aman seperti logam mulia.
Advertisement
Andy menyebut pola candlestick dan pergerakan indikator Moving Average menunjukkan dominasi tren bullish pada XAU/USD.
“Secara teknikal, emas berada dalam fase penguatan dan menunjukkan sinyal bullish yang semakin kuat,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/11/2025).
Ia menambahkan, jika tekanan beli berlanjut, harga emas berpotensi menuju level USD 4.109 sebagai target terdekat.
Namun, ia mengingatkan bahwa pasar tetap harus mewaspadai potensi koreksi. Jika momentum melemah, area 4045 menjadi support penting yang berpotensi kembali diuji oleh pasar.
Posisi Fundamental
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
Dari sisi fundamental, pergerakan harga emas hari ini sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) untuk September dan Oktober tertunda akibat penutupan pemerintahan AS, sehingga membuat gambaran kondisi tenaga kerja menjadi kurang jelas.
Hal ini turut menyulitkan The Fed dalam menentukan arah suku bunga jelang pertemuan Desember.
Laporan ketenagakerjaan yang diperkirakan dirilis pada Kamis diproyeksikan mencatat penambahan 50.000 pekerjaan, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,3%. Jika hasilnya lebih lemah dari ekspektasi, dolar AS berpotensi melemah dan memberikan ruang tambahan bagi harga emas untuk melanjutkan penguatan.
Ketidakpastian inilah yang mendorong investor meningkatkan porsi aset safe haven, sehingga harga emas tetap mendapat dukungan fundamental yang cukup kuat.
Advertisement
Uji Resistance
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
Meski peluang kenaikan harga emas terbuka, pergerakan emas tetap dibayangi komentar hawkish sejumlah pejabat The Fed. Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, menegaskan bahwa proses penurunan suku bunga harus dilakukan secara bertahap.
Sementara itu, Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic dan Presiden The Fed Kansas City Jeffrey Schmid juga menyampaikan pandangan hati-hati mengenai inflasi.
Menurut data CME FedWatch Tool, peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember turun menjadi 46,6%, dari sebelumnya di atas 60% pada pekan lalu. Penguatan dolar AS turut membatasi kenaikan emas, dengan Indeks Dolar (DXY) naik tipis 0,10% ke posisi 99,63, sementara imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun stabil di 4,13%.
Secara keseluruhan, kombinasi sinyal teknikal dan fundamental menempatkan harga emas pada posisi menarik. Peluang uji resistance USD 4.109 masih terbuka, namun volatilitas diperkirakan meningkat menjelang rilis data ekonomi utama AS.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3246/original/023028100_1470665987-kecil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/916085/original/009668100_1435788780-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519080/original/024908000_1772528981-Lokasi_penambangan_emas_ilegal_di_hutan_Mandailing_Natal.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103056/original/068493900_1658923736-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)