Liputan6.com, Jakarta - Di balik ramainya antrean pelanggan yang memenuhi lapak siomay di Jl. KH Abdullah Safei, Jakarta Selatan, terdapat kisah ketekunan seorang pria bernama Jajang Rohendi atau akrab disapa Mang Ujang.
Sejak 2012, ia menekuni bisnis Siomay Dua Putra, usaha yang ia sebut sebagai warisan orang tua yang dulunya berjualan keliling di Jakarta.
Namun perjalanan usahanya bukan sekadar melanjutkan jejak keluarga, melainkan perjuangan yang penuh suka duka, jatuh bangun, hingga akhirnya menjadi sumber penghasilan bagi banyak orang.
Advertisement
Setiap hari Mang Ujang memulai aktivitas sejak dini hari. “Ini kan udah mulai masak dari jam setengah 4 pagi. Mulai jualan jam setengah 5 pagi,” tuturnya dikutip Kamis (26/11/2025).
Dengan ketelatenan yang sama setiap hari, ia tak sekadar memproduksi siomay dalam jumlah kecil. Dalam sehari, Mang Ujang bisa membuat hingga satu kwintal (100 Kg) adonan siomay untuk memenuhi permintaan pelanggan.
“satu kwintal, kadang-kadang satu kwintal lebih,” sebutnya.
Bisnisnya pun berkembang. Kini, ia mempekerjakan tujuh karyawan dari kampungnya, Bandung. “Ada 7 orang… Ada yang dibayar Rp 2 juta atau Rp 3 juta, yang masak, yang berat-berat,” kata Mang Ujang.
Meski digempur cuaca tak menentu dan risiko kerugian bahan baku, terutama sayuran yang tidak mungkin untuk dijual lagi esok. Namun, ia tetap bertahan. “Kalau rugi misalnya stok lima kilo… kalau nggak kejual cuma dua kilo, yang tiga kilonya dibuang,” jelasnya.
Meski begitu, semangat Mang Ujang tak pernah padam. Ia mengaku bahwa penerimaan masyarakat menjadi motivasi terbesar. “Enaknya itu diterima masyarakat, pelanggan yang udah beli tuh pada balik lagi nggak kecewa, itu semangatnya,” ungkapnya.
Bahkan, popularitasnya sempat meningkat setelah dikunjungi publik figur. “Pertama dulu pas lagi rame, Uya Kuya, Ashanty yang artis-artis itu,” jelasnya.
Warisan Keluarga yang Menghidupi Banyak Orang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416667/original/089266600_1763457944-Karyawan_mang_ujang_1.jpeg)
Mang Ujang menuturkan bahwa usaha ini berawal dari inspirasi orang tuanya. “Awalnya dari orang tua sih. Orang tua saya kan dulu jualan siomay, warisan orang tua lah,” ucapnya. "Orang tua saya jualan keliling dulu, di daerah Jakarta juga. Asalnya dari Bandung juga.
Namun usaha itu baru ia teruskan setelah ia memiliki anak pertama. “kalau warisan orang tua itu emang gak lanjut. Cuman lanjutnya pas saya udah punya anak pertama tuh. Baru saya misah sendiri dari orang tua tuh,” jelasnya.
Kini dari usaha yang dulunya ia jalani seorang diri, Mang Ujang bisa memberi nafkah bagi tujuh orang karyawan dan keluarganya. Ia pun bersyukur dapat membantu mereka yang kesulitan pekerjaan.
“Yang nganggur-nganggur bisa kebantu. Ini kan nganggur-nganggur itu ya. Bukain lapangan kerja buat yang bantu-bantu kerja,” katanya.
Advertisement
Omzet Jutaan dari Lapak Sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376575/original/063263700_1760009184-rupiah.jpg)
Modal harian Mang Ujang berkisar antara Rp 4 juta - 5 juta per hari. Dengan kerja keras, ia mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp 500 –700 ribu per hari. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, biaya sekolah anak, hingga menggaji karyawannya setiap bulan.
“Kalau omzet harus ada akhir bulan aja buat bayar karyawan. Kalau buat bayar karyawan kan ada 7 orang. Kalau itu buat bayar listrik, buat bayar sekolah anak, buat bayar karyawan. Kalau setiap bulan, akhir bulan saya yang paling di iniin. Buat dibagi keuangan itu. Yang penting Cukup buat karyawan, buat kita sendiri,” ucapnya.
Selain itu, ia juga melayani pesanan acara besar seperti pernikahan atau sunatan. “Ada yang sekarang pesan 2 juta, 3 juta. Ada yang sampai 5 juta,” tuturnya. Untuk pesanan porsi, ia menjelaskan, “Kalau misalnya 15 ribu satu porsi… 100 porsi udah 1,5 juta,” tambahnya.
Pesan Mang Ujang untuk Pelaku Usaha Kecil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416668/original/028011800_1763457945-Mang_ujang_somai.jpeg)
Di balik perjalanannya, Mang Ujang memberikan pesan sederhana namun kuat bagi pelaku UMKM:“pesan buat orang yang baru mulai usaha kecil, satu, semangat. Jangan cepat menyerah,” tuturnya.
Baginya, kejujuran dan ketekunan adalah kunci utama. Dan seperti ia buktikan, dari usaha kecil pun seseorang bisa memberi manfaat besar bagi banyak orang. "Paling dasarnya, Ya kalau paling kita harus jujur, kita kan dagang," jelasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416666/original/047649700_1763457944-Banner_mang_ujang.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294135/original/020195900_1783811688-000_B9XJ6UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294142/original/044493100_1783813777-000_B9XJ4PC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292608/original/043400300_1783624929-IMG_20260709_214959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4053871/original/004001900_1655287332-Rencana_BEA_Materai_untuk_belanja_Daring-Johan-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6474215/original/025688900_1779335126-IMG_4484.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290669/original/083135800_1783490072-ser.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380147/original/095306500_1760417437-WhatsApp_Image_2025-10-14_at_11.42.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9129383/original/067041100_1783072038-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_16.29.24__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9085581/original/061011700_1783033242-bus_umkm-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556632/original/042737500_1776266239-Sandii.jpg)