Dibina BRI, Usaha Kue Kering Bakulis Melesat dan Buka Lapangan Kerja Baru

Pemilik usaha kue kering Bakulis ini memulai perjalanannya dari titik nol, hingga kini berhasil menjadi inspirasi banyak pelaku UMKM berkat dukungan pemberdayaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Diterbitkan 01 November 2025, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Di balik aroma harum nastar dan kastengel yang keluar dari dapur rumahnya di Jakarta Timur, Sulis menemukan semangat baru di masa pandemi. Pemilik usaha kue kering Bakulis ini memulai perjalanannya dari titik nol, hingga kini berhasil menjadi inspirasi banyak pelaku UMKM berkat dukungan pemberdayaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Tahun 2020 menjadi awal langkah Sulis menekuni dunia kuliner. Setelah perusahaan jasa konstruksi tempatnya bekerja tutup akibat pandemi, ia mencoba peruntungan dengan menjual aneka camilan dan kue kering seperti nastar, kastengel, sagu keju, kue kacang, hingga putri salju. Berawal dari pesanan tetangga dan teman, usahanya perlahan berkembang pesat.

“Nama Bakulis sendiri merupakan singkatan dari Bakulan Ibu Lis, sederhana tapi mudah diingat,” tutur Sulis sambil tersenyum mengenang awal perjuangannya.

Kue-kue buatan tangan Sulis diminati banyak pelanggan, bahkan permintaan terus meningkat dari tahun ke tahun. Melihat peluang itu, ia mengajak ibu-ibu di sekitar rumahnya untuk ikut membantu produksi. Selain mempercepat proses, langkah ini juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi warga sekitar. Kini, Bakulis sudah memasarkan produknya ke berbagai kota seperti Bandung, Purwakarta, Semarang, dan Surabaya, dengan kapasitas sekitar 500 kemasan setiap bulan.

Cerita Awal Mula Bergabung di Rumah BUMN BRI

Setelah usahanya mulai stabil, Sulis merasa perlu meningkatkan kemampuan bisnis. Ia pun bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta di awal 2025 dan menjadi salah satu peserta BRIncubator Lokal 2025. Meski awalnya ragu karena merasa usahanya masih kecil, pengalaman ini justru membuka pandangannya.

“Alhamdulillah, mindset saya terbuka. Meski usaha saya masih mikro, tapi di BRIncubator Lokal yang dipayungi oleh Rumah BUMN BRI Jakarta, usaha saya disejajarkan dengan yang sudah besar dan bagus. Kami dapat mentoring, ilmu bisnis, belajar packaging, branding, dan pemasaran secara online yang semuanya didukung penuh oleh tim Rumah BUMN Jakarta. Sekarang saya jauh lebih percaya diri,” ujar Sulis.

Program pendampingan melalui Rumah BUMN dan platform LinkUMKM BRI juga membuat Sulis kian berkembang. Ia kini lebih paham strategi pemasaran digital, pengelolaan usaha, hingga cara membangun jaringan reseller yang setia dengan produk Bakulis.

Sulis berharap agar BRI terus membuka ruang bagi pelaku usaha mikro seperti dirinya untuk belajar dan memperkenalkan produk ke masyarakat luas. “Semoga Rumah BUMN BRI terus memberi kesempatan bagi kami untuk ikut pameran dan memperkenalkan produk ke masyarakat luas. Usaha mikro seperti kami juga ingin berkembang dan dikenal,” harapnya.

Di sisi lain, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa komitmen BRI terhadap UMKM tidak berhenti pada pembiayaan semata. Melalui berbagai program pembinaan dan pemberdayaan, BRI ingin mendorong para pelaku usaha untuk tumbuh lebih profesional dan kompetitif.

“Melalui inisiatif pembinaan berkelanjutan dan program pemberdayaan yang menyeluruh, BRI percaya pelaku UMKM seperti ini memiliki potensi besar untuk bisa memperluas potensi pasar. BRI optimis UMKM tidak hanya menjadi tulang punggung perekonomian nasional, tetapi juga mampu tampil sebagai lokomotif ekonomi rakyat,” tutup Dhanny.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6