Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung Dibangun Oktober 2026, Waktu Tempuh Jadi 45 Menit

Jarak dari Kota Bogor ke kawasan Serpong, Tangerang membentang sekitar 33 km dengan waktu tempuh 1 jam 19 menit melalui jalan arteri.

Diterbitkan 03 Oktober 2025, 19:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Proyek jalan tol Bogor-Serpong via Parung akan dibangun mulai Oktober 2026. Dengan masa konstruksi sekitar 2 tahun, 32 kilometer (km) jarak dari Kota Bogor ke wilayah Tangerang akan bisa ditempuh dengan waktu 45 menit.

Proyek ini menelan investasi sekitar Rp 12,35 triliun yang bersumber dari dana perusahaan tanpa sepeserpun dari kas negara atau APBN. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian mengatakan, proyek dimulai dengan pengadaan lahan sejak awal 2026 nanti.

"Diharapkan konstruksinya dapat dimulai pada bulan Oktober 2026, dan ditargetkan selesai pada Agustus 2028," kata Wilan dalam penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol, Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regres pada Pengusahaan Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung, di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat (3/10/2025).

Sebagai simulasi, jarak dari Kota Bogor ke kawasan Serpong, Tangerang membentang sekitar 33 km dengan waktu tempuh 1 jam 19 menit melalui jalan arteri. Setelah tol sepanjang 32,03 km ini rampung, waktu tempuhnya bisa dipangkas menjadi hanya 45 menit.

Wilan menjelaskan jalan tol ini akan membentang 27,83 km di provinsi Jawa Barat, dan 4,2 km sisanya masuk wilayah provinsi Banten. Pembangunannya pun akan sibagi dalam empat seksi.

"Jalan tol ini dirancang dengan standar kecepatan 100 km per jam, lebar lajur 3,6 meter, dan konfigurasi 2x2 lajur pada tahap awal yang akan dikembangkan menjadi 2x3 lajur pada tahap akhir," jelas dia.

 

Digarap Tanpa APBN

Proyek jalan tol Bogor-Serpong via Parung akan segera dimulai. Ini menjadi proyek jalan tol perdana di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan tanpa menggunakan kas negara atau APBN.

Jala tol ini akan membentang sepanjang 32 kilometer (km). Total dana yang dibutuhkan untuk pembangunannya sekitar Rp 12,35 triliun yang bersumber dari konsorsium badan usaha.

"Saya berharap ke depan akan ada lagi pembukaan jalan tol jalan tol baru yang 100 persen menggunakan KPBU, sehingga penggunaan APBN benar-benar kita bisa pakai untuk kebutuhan yang lain," ungkap Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (3/10/2025).

 

Konsorsium BUMN-Swasta

Proyek ini akan digarap oleh konsorsium BUMN dan swasta PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS). Ini terdiri dari PT Persada Utama Infra, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Hutama Karya Infrastruktur.

Pembangunan akan dibagi menjadi empat seksi. Seksi I sepanjang 3,97 km, Seksi II sepanjang 9,27 km, Seksi III sepanjang 8,23 km, dan Seksi IV sepanjang 10,56 km.

Proses pembebasan lahan untuk proyek tol ditargetkan bisa dimulai pada awal 2026. Dengan begitu, konstruksi diharapkan berjalan Oktober 2026 hingga Agustus 2028 mendatang.

 

Tahap Awal

Dimulainya proyek ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol, Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regres pada Pengusahaan Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung.

Dody memandang tol ini bisa menghubungkan kawasan strategis penyangga DKI Jakarta.

"Ruas ini merupakan simpul strategis yang menghubungkan pusat pertumbuhan di Jabodetabek dan mengikat denyut kehidupan masyarakat," tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6