Inflasi Agustus 2025 Stabil di 2,31%, Menkeu Purbaya: Level Ideal untuk Ekonomi

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan inflasi Indonesia pada Agustus 2025 tetap terkendali di level 2,31 persen.

Diperbarui 22 September 2025, 16:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan inflasi Indonesia pada Agustus 2025 tetap terkendali di level 2,31 persen. Menurutnya, capaian ini mencerminkan daya beli masyarakat yang terjaga, sekaligus menempatkan Indonesia pada posisi ideal di tengah tekanan global yang masih dirasakan banyak negara.

Inflasi (Agustus 2025) cukup stabil menopang daya beli masyarakat di tengah banyak negara yang berjuang mengatasi tekanan. Jadi kita lumayan baik di level kalau kita lihat 2,31 persen,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (22/9/2025).

Purbaya menegaskan, inflasi Indonesia terbilang lebih ideal dibanding sejumlah negara tetangga. Ia mencontohkan Singapura yang hanya mencatat inflasi 0,6 persen. Angka ini, kata dia, justru dinilai tidak baik karena menunjukkan lemahnya permintaan domestik.

“Ini level inflasi yang amat ideal, jadi inflasi yang bagus itu bukan nol juga diatas 10 tapi sekarang konsensus ekonomi global diantara 1 sampai 3 persen dan kita di 2,31 persen level yang pas lah. Singapura (inflasinya) 0,6 persen itu gak bagus itu jelek, dibawah 1,5 persen itu biasanya jelek karena demannya terlalu rendah. Jadi patokan ekonomi seperti itu,” jelasnya.

Hal yang sama terjadi di Malaysia, dengan inflasi tercatat 1,2 persen. Menurutnya, kondisi tersebut kurang ideal dibanding Indonesia yang berada di kisaran normal.

“Malaysia 1,2 persen (inflasinya) agak jelek, kita (Indonesia) ideal,” ujar Purbaya.

 

      

Target Inflasi 2-3% Dijaga

Menkeu menambahkan, menjaga inflasi tetap stabil pada kisaran 2–3 persen menjadi kunci bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. 

Pasalnya, inflasi yang terlalu tinggi dapat menekan daya beli, sementara inflasi terlalu rendah menandakan lemahnya perputaran ekonomi.

“Kalau bisa dijaga terus di sekutar 2-3 persen akan bagus untuk ekonomi kita,” ujarnya.

 

 

Data Inflasi BPS

Secara tahunan, Indonesia masih mencatat inflasi sebesar 2,31 persen (year on year/yoy). Sementara itu, secara tahun kalender atau year to date, inflasi tercatat 1,60 persen. Artinya, secara keseluruhan laju inflasi nasional masih berada pada level yang terjaga.

"Secara year-on-year terjadi inflasi sebesar 2,31 persen dan secara tahun kalender atau year-to-date trjadi inflasi 1,60 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini

Ia menyebut deflasi pada bulan Agustus merupakan fenomena musiman. Sejak 2021, pola deflasi selalu tercatat setiap bulan Agustus. Namun, tingkat deflasi Agustus 2025 ini lebih rendah dibandingkan dengan Agustus 2023 maupun 2024.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6