Perta-Samtan Gas Sumbang 9% Produksi LPG Nasional, Terbesar ke-2 di Indonesia

PT Perta-Samtan Gas berkontribusi pada produksi liquefied petroleum gas (LPG) nasional.

Diperbarui 19 September 2025, 10:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Perta-Samtan Gas berkontribusi pada produksi liquefied petroleum gas (LPG) nasional. Anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas) ini menyumbang sebesar 9 persen dari total produksi 1,96 juta metric ton (MT) per tahun.

General Manager Operation Perta-Samtan Gas, Teguh Eko Purwadi mengatakan angka ini cukup besar jika menghitung porsi produksi nasional dan kebutuhan LPG Tanah Air.

"Jadi kontribusi kami ya cukup besar ya, 9 persen dari produksi nasional LPG di Indonesia," kata Teguh dalam Site Visit Plant Perta-Samtan Gas, di Prabumulih, Sumatera Selatan, ditulis Jumat (19/9/2025).

Kemudian, Perta-Samtan Gas turut menjadi penyangga kebutuhan LPG di kawasan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Angka kontribusinya mencapai sekitar 59 persen terhadap kebutuhan LPG di Sumbagsel.

"Jadi saya kira itu, Perta-Samtan Gas kontribusinya sangat baik ya untuk kebutuhan LPG di Indonesia," ungkapnya.

Atas kontribusinya ini, perusahaan patungan antara Pertagas dan ST International (Samtan Co. Ltd) asal Korea Selatan ini menjadi produsen LPG kedua terbesar di Indonesia. "(Produksi LPG) Perta-Samtan Gas itu nomor dua terbesar di Indonesia, yang pertama kan Balongan," ucap Teguh.

 

Mengolah Gas Alam dari PHR

Dalam ekosistem pengolahan gas alam menjadi LPG, Perta-Samtan Gas memproses pasokan dari Pertamiha Hulu Rokan (PHR) Zona 4. Dari pasokan gas ini, diambil kandungan propana dan butana atau C3 dan C4 untuk diproses menjadi LPG.

"Gas alam itu terdiri dari C1 sampai C6+, ya. Nah, itu kan kita hanya mengambil C3 ke atas. C3 dan C4 itu jadi LPG, C4 ke atas itu jadi kondensat. Kondensat kita kembalikan lagi ke PHR untuk dijual ke RU III Plaju," tuturnya.

Hasil olahan tersebut langsung dikirim Perta-Samtan Gas ke Pertamina Patra Niaga untuk diproses lebih lanjut, termasuk pengemasan ke tabung LPG berbagai ukuran.

 

Produksi Semester I

Diketahui, pada semester I-2025, Perta-Samtan Gas mencatat produksi sekitar 62 ribu ton LPG berkat optimalisasi fasilitas pengolahan. Ini berkontribusi pada kinerja jaringan infrastruktur Pertagas.

Di sisi lain, Perta Arun Gas merealisasikan regasifikasi LNG kurang lebih sebesar 26 ribu BBTU, untuk menopang kebutuhan energi sektor kelistrikan dan pupuk di Sumatera.

“Saat ini, Pertagas memiliki 71 pelanggan industri meliputi kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, hingga jaringan gas kota (city gas), lebih dari 17 ribu UMKM, serta 270 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia,” kata Direktur Komersial Pertagas, Ryrien Marisa, dalam keterangan resmi.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6