Harga Cabai dan Bawang Mahal: Pedagang Pasrah, Pembeli Cuma Bisa Berharap

Harga bumbu dapur yang tidak bisa terbaca pergerakan harganya, berapa sih harga-harga bumbu dapur seperti Bawang merah dan putih, cabai. simak berita-nya!

Diterbitkan 11 Agustus 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Senin pagi di sebuah pasar di Tangerang Selatan, udara pasar tradisional bercampur antara aroma rempah, sayuran segar, dan sesekali bau daging yang baru dipotong. Lorong sempit diapit lapak-lapak yang penuh warna, dari merah menyala cabai, kuning kunyit, hingga putih bawang yang menggunung di keranjang anyaman bambu.

Suara tawar-menawar bersahutan dengan denting timbangan besi, menciptakan irama khas pasar yang tak pernah sepi cerita.

Di salah satu sudut, Rumsyah (50 Tahun), pedagang bumbu dapur, berdiri di balik meja kayu tuanya yang sudah menghitam oleh noda bawang dan cabai. Di hadapannya, karung-karung bawang merah dan putih tersusun rapi, sebagian dibuka sehingga isinya tampak menggunung.

“Bawang merah Rp55.000 per kg, bawang putih Rp50.000, cabai merah Rp40.000,” ujarnya sembari tangannya sibuk memilah bawang besar dan kecil.

Bu Rumsyah tidak tahu pasti mengenai penyebab pasti atas berubahnya harga bumbu dapur. “Mungkin dari pertaniannya, atau cuaca. Kita kan ikut saja dari supplier. Mau mengeluh sama siapa? Semua pedagang juga merasakan,” ucapnya sambil tersenyum tipis.

Ia bercerita, bulan lalu harga bawang merah sempat tembus Rp60.000 per kg. “Kalau sudah naik, susah turunnya. Kita hanya bisa menunggu waktu saja,” tambahnya.

Tak jauh dari sana, Bu Arsih (45 Tahun), seorang pedagang nasi uduk, sedang menunduk serius memilih bawang merah yang kulitnya masih mulus. Tubuhnya yang tinggi besar membuatnya menonjol di kerumunan pembeli. “Bawang merah masih tinggi harganya. Kalau mahal terus, jualan saya enggak ada untungnya. Mau naikin harga jual takut pembeli kabur,” katanya.

Meski begitu, ia mengaku bersyukur harga bumbu lain relatif stabil, membuatnya bisa belanja lebih banyak dibanding bulan lalu.

Sementara itu, Bu Acih (57 Tahun), pembeli setia di pasar ini, tampak ceria dengan tas belanja besar di tangannya, ia mengatakan hari ini bisa membawa pulang banyak bumbu. “Alhamdulillah, bumbu lagi turun. Stok banyak dan enggak mahal. Bisa buat stok di rumah, takut nanti naik lagi,” ujarnya sambil tersenyum lebar.

Harga Daging Sapi dan Ayam

Di deretan lapak daging, Pak Ari (50 Tahun) menjaga potongan daging sapi yang menggantung di kait besi. “Sekarang harga daging sapi Rp125.000 per kilo, lagi stabil. Kalau sapinya kurang, harga bisa naik. Kadang juga karena permainan pasar,” ujarnya.

Namun ia tak menampik, jika stok sapi berkurang, harga bisa melonjak. “Kalau enggak habis, kadang harus nurunin harga. Yang penting dagangan habis,” katanya.

Di lapak ayam, Mas Arsyir (22 Tahun) menawarkan ayam potong segar dengan harga bervariasi, mulai dari Rp30.000 hingga Rp45.000 per ekor, tergantung ukuran. “Harga naik turun biasanya karena pakan atau dari kandang. Kalau naik, saya enggak stok banyak, jual sesuai kebutuhan harian saja. Weekend baru tambah, soalnya pembeli lebih ramai,” jelasnya.

 

Pasar jadi Saksi Bisu Perubahan Harga

Bu Nedah (38 Tahun), pembeli ayam berambut keriting terurai, tampak tersenyum usai membayar. “Sekarang harga ayam normal, Rp35.000 per ekor. Semoga jangan naik lagi, soalnya anak saya doyan ayam. Bagus buat pertumbuhannya,” ujarnya sambil memasukkan belanjaan ke tas besar.

Pasar tradisional selalu menjadi saksi bisu perubahan harga yang datang silih berganti. Di antara keranjang penuh bawang, timbangan besi tua, dan tangan-tangan cekatan yang menakar cabai, tersimpan cerita tentang kesabaran dan keteguhan.

Pedagang tetap bertahan meski keuntungan menipis, sementara pembeli terus beradaptasi agar dapur tetap ngebul. Fluktuasi harga bumbu dapur dan daging mungkin akan terus datang, seperti musim yang berganti. Namun, di setiap paginya, pasar kembali hidup — dengan harapan sederhana yang tak pernah berubah: harga yang bersahabat, dagangan yang laris, dan panci di rumah yang selalu terisi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6