Harga Minyak Mentah Melonjak Dampak Penurunan Stok

Harga minyak mentah naik pada perdagangan hari Kamis setelah beberapa negara berhasil melakukan negosiasi dagang dengan Amerika Serikat (AS). Selain itu juga ada faktor lain yang pendorong kenaikan harga minyak dunia. Simak rinciannya di sini.

Diterbitkan 25 Juli 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak mentah naik pada hari Kamis, didorong oleh optimisme atas negosiasi perdagangan Amerika Serikat (AS) yang akan meredakan tekanan pada ekonomi global. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia juga didorong penurunan persediaan minyak mentah AS yang lebih dalam dari perkiraan.

Mengutip CNBC, Jumat (25/7/2025), harga minyak mentah berjangka Brent naik 67 sen atau 0,98% dengan ditutup pada USD 69,18 per barel. Untuk harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 78 sen atau 1,2%, dan ditutup pada USD 66,03 per barel.

Kedua harga acuan minyak mentah hanya sedikit berubah pada hari Rabu karena pelaku pasar memantau perkembangan perundingan perdagangan AS-Uni Eropa. Sebelumnya, AS dan Jepang telah melakukan kesepakatan tarif.

Presiden AS Donald Trump sepakat untuk menurunkan bea masuk impor otomotif dari Jepang dan membebaskan dari pungutan baru dengan imbalan paket investasi dan pinjaman senilai USD 550 miliar yang akan diberikan kepada AS.

"Pembelian didorong oleh optimisme bahwa kemajuan dalam negosiasi tarif dengan AS akan membantu menghindari skenario terburuk," kata kepala analis Nissan Securities Investment Hiroyuki Kikukawa.

"Namun, ketidakpastian atas perundingan dagang AS-China dan negosiasi perdamaian antara Ukraina dan Rusia membatasi kenaikan lebih lanjut," tambahnya.

Hiroyuki Kikukawa memprediksi harga minyak WTI kemungkinan akan tetap berada di kisaran USD 60 hingga USD 70.

AS dengan Eropa 

Dua diplomat Eropa mengatakan pada hari Rabu bahwa Uni Eropa dan AS sedang bergerak menuju kesepakatan perdagangan yang dapat mencakup tarif dasar AS sebesar 15% untuk barang-barang Uni Eropa dan kemungkinan pengecualian.

 

Perang Rusia-Ukraina

 

Di sisi pasokan, data Badan Informasi Energi AS menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun pekan lalu sebesar 3,2 juta barel menjadi 419 juta barel, melampaui ekspektasi analis dalam jajak pendapat salah satu kantor berita global untuk penarikan 1,6 juta barel.

Selain itu, ketegangan geopolitik tetap menjadi fokus.

Rusia dan Ukraina mengadakan perundingan damai di Istanbul pada hari Rabu, membahas pertukaran tahanan lebih lanjut, meskipun kedua belah pihak masih berselisih pendapat mengenai persyaratan gencatan senjata dan kemungkinan pertemuan para pemimpin mereka.

Secara terpisah, kapal tanker minyak asing untuk sementara dilarang memuat di pelabuhan-pelabuhan utama Rusia di Laut Hitam karena peraturan baru, menurut dua sumber industri pada hari Rabu.

Hal ini secara efektif menghentikan ekspor dari Kazakhstan melalui konsorsium yang sebagian dimiliki oleh perusahaan-perusahaan energi besar AS.

Sanksi AS ke Rusia

Menteri Energi AS mengatakan pada hari Selasa bahwa AS akan mempertimbangkan sanksi terhadap minyak Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Sementara itu, Uni Eropa pada hari Jumat menyetujui paket sanksi ke-18 terhadap Rusia, yang menurunkan batas harga minyak mentah Rusia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6