Liputan6.com, Jakarta - Dua insiden pelemparan batu oleh oknum tak dikenal kembali mencoreng keselamatan moda transportasi kereta api di Indonesia dalam sepekan terakhir. Kereta rel listrik (KRL) Commuter Line Jakarta–Bogor dan KA Sancaka Yogyakarta–Surabaya menjadi sasaran vandalisme dalam waktu berdekatan, menyebabkan gangguan operasional hingga melukai penumpang.
Seperti diketahui, terjadi pelemparan terjadi pada Jumat (11/7/2025), pukul 16.05 WIB terhadap Commuter Line No. 1322 relasi Jakarta Kota – Bogor.
Salah satu pintu kereta rel listrik (KRL) impor asal China terkena lemparan batu dari oknum tak bertanggung jawab saat beroperasi. Dampaknya, KRL itu tak bisa melayani penumpang untuk sementara.
Advertisement
PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter mencatat, pelemparan batu terjadi di sekitar lintas antara Stasiun Cilebut – Stasiun Bogor, tepatnya di sekitar JPO Pasar Anyar, Bogor.
VP Corporate Secretary KAI Comm0uter, Joni Martinus, menyampaikan bahwa akibat pelemparan ini, kaca pintu kereta terakhir pada rangkaian Commuter Line CLI-125 mengalami retak di sisi kiri kereta.
“Dampak dari pecahnya kaca di Kereta CLI-125 ini mengakibatkan rangkaian Commuter Line tersebut tidak dapat beroperasi selama tiga hari karena membutuhkan proses perbaikan dan penggantian kaca pintu kereta,” tambah Joni.
Meski tak ada korban imbas pelemparan batu terasebut, Joni menegaskan, tindakan itu sangat berbahaya dan mengancam keselamatan para pengguna serta petugas yang berada di dalam Commuter Line, selain juga menimbulkan kerugian material. Usai menerima laporan pelemparan, petugas pengamanan segera terjun ke lokasi.
Penumpang Terluka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5275783/original/001657500_1751922530-kereta_2.jpg)
Sebelumnya juga terjadi aksi vandalisme yang sama pada moda transportasi kereta api. Insiden menimpa KA 88F Sancaka relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng, yang dilempari batu oleh oknum tak dikenal saat melintas di antara Stasiun Klaten dan Stasiun Srowot pada Minggu (6/7/2025). Pelemparan tersebut mengakibatkan pecahan kaca kereta api mengenai dua penumpang.
Petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta segera mengambil tindakan cepat. Saat kereta tiba di Stasiun Solobalapan, kedua korban langsung diperiksa tim medis dan dirujuk ke RS Triharsi untuk penanganan lebih lanjut.
Mereka juga akan mendapat perawatan lanjutan di Surabaya, termasuk perlindungan asuransi.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengecam keras aksi vandalisme tersebut. Ia menyatakan bahwa tindakan semacam ini sangat membahayakan dan merugikan banyak pihak.
“KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang dan sangat menyayangkan kejadian ini. KAI tidak akan menoleransi segala bentuk vandalisme terhadap kereta api. Selain membahayakan perjalanan KA, vandalisme juga merugikan negara dan masyarakat yang menggantungkan mobilitasnya pada transportasi publik,” ujar Feni, Selasa (8/7/2025).
Ia menegaskan bahwa semua bentuk vandalisme—termasuk pelemparan batu, coretan, dan pengrusakan—melanggar hukum dan dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta.
Advertisement
Perkuat Pengamanan, Gandeng Aparat dan Masyarakat
Sebagai langkah antisipatif, KAI Daop 6 memperkuat sistem pengamanan di jalur-jalur rawan. Langkah ini meliputi peningkatan patroli, pemasangan kamera pengawas, serta koordinasi lebih intensif dengan aparat kepolisian dan masyarakat setempat.
KAI juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas publik demi kelancaran dan keamanan transportasi.
“Kami mohon kepada masyarakat agar tidak melakukan pelemparan terhadap kereta api apapun alasannya. Sebab dampaknya akan sangat berbahaya bagi perjalanan kereta api dan orang-orang yang berada di dalam kereta api,” tegas Feni.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280835/original/096641500_1752287830-1000062403.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8466315/original/047166000_1782367699-1000035399__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8332304/original/043971000_1782202470-Stasiun_Kereta_JIS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423060/original/046926200_1764051767-rang7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446116/original/047950200_1765873287-1000023611.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446115/original/057442500_1765873270-1000023607.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446117/original/028221500_1765873306-1000023609.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7036745/original/062459000_1779811887-IMG_20260526_203532.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7029334/original/032517300_1779803839-IMG_20260526_192804.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5751616/original/012486600_1778652401-pria-tewas-tertabrak-krl-di-tebet.jpg)