Korban KMP Tunu Pratama Jaya: 4 Orang Meninggal Dunia

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mencatat korban akibat Kapal Motor Penyeberangan atau KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali. Sebanyak 4 orang diketahui meninggal dunia dan 31 orang berhasil dievakuasi.

Diperbarui 03 Juli 2025, 11:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mencatat korban akibat Kapal Motor Penyeberangan atau KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali. Sebanyak 4 orang diketahui meninggal dunia dan 31 orang berhasil dievakuasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud menyampaikan data tersebut dikumpulkan per 3 Juli 2025 pukul 10.00 waktu setempat. Adapun, proses pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya masih terus dilakukan.

"Hingga pukul 10.00 waktu setempat, data sementara dilaporkan 4 orang meninggal dunia dan 31 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan saat ini berada dalam penanganan lebih lanjut di Gilimanuk. Data nama dan keterangan korban masih dalam proses pendataan," kata Masyhud dalam keterangan resmi, Kamis (3/7/2025).

Dia menjelaskan, saat ini, operasi SAR masih berlangsung dengan dukungan armada laut dan tim penyelamat dari berbagai instansi terkait. Upaya pencarian terhadap penumpang lainnya masih terus dilakukan.

"Proses evakuasi menghadapi tantangan berupa kondisi gelombang laut yang tinggi (2 – 2,5 meter), angin kencang, serta arus kuat di sekitar lokasi kejadian," ujarnya.

"Ditjen Hubla menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini dan memastikan bahwa setiap langkah penanganan dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan mengedepankan keselamatan jiwa. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran operasi pencarian dan penyelamatan," sambung Masyhud.

 

Posko Terpadu

Dia menjelaskan, saat ini telah dibuka Posko Terpadu Penanganan Evakuasi KMP. Tunu Pratama Jaya di Kantor ASDP Cabang Gilimanuk.

"Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut seiring informasi resmi dari tim SAR di lapangan," ujarnya.

Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya diketahui tenggelam di perairan Selat Bali pada 2 Juli 2025 mrnjelang tengah malam. Terjadi kendala pada kapal sebelum akhirnya berbalik dan tenggelam dengan membawa 65 orang termasuk 12 kru kapal.

 

Perintah Prabowo

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima laporan terkait insiden tenggelamnya kapal penumpang KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025.

Dia saat ini tengah berada di Arab Saudi dalam rangka kunjungan kenegaraan dan menjalankan ibadah umrah.

Kapal yang mengalami kecelakaan itu diketahui berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sebelum mengalami insiden akibat cuaca buruk.

"Bapak Presiden mendapat laporan dan informasi dari Tanah Air bahwa telah terjadi kecelakaan tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali karena cuaca buruk," tutur Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Kamis (3/7/2025).

"Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Ketapang pada Rabu malam," sambungnya.

 

Minta Korban Segera Diselamatkan

Teddy menyebut, meski sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci, Presiden Prabowo tetap merespons perkembangan situasi di dalam negeri. Dia pun langsung memerintahkan kepada seluruh jajaran terkait untuk mengutamakan penyelamatan korban kapal tenggelam.

"Dari Tanah Suci, Beliau langsung memerintahkan kepada jajaran Basarnas dan badan terkait untuk segera melakukan tanggap darurat penyelamatan para penumpang dan kru secepat mungkin," kata Teddy.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6