Pimpin HKTI, Wamentan Sudaryono Bakal Tiru Perjuangan Prabowo

Saat Munas X HKTI, Wamentan Sudaryono menyatakan ingin mengikuti segala perjuangan yang telah dilewati Presiden Prabowo yang juga sempat menjadi Ketua Umum HKTI.

Diperbarui 25 Juni 2025, 17:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musyawarah Nasional (Munas) X 2025 yang dilaksanakan selama 3 hari resmi memilih Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). 

Dalam acara penutupan Munas X HKTI di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (25/6/2025), Wamentan Sudaryono mengaku ingin mengikuti segala perjuangan yang telah dilalui Presiden Prabowo Subianto, yang juga sempat menjadi Ketua Umum HKTI. 

Wamentan menceritakan, dirinya telah mengikuti Prabowo sejak belasan tahun lalu. "Saya menjadi asisten pribadi Bapak Prabowo Subianto tahun 2010-2015. Selesai Pilpres 2014, saya tinggal serumah dengan beliau," ungkapnya. 

Dari pengalaman tersebut, ia mendapati Prabowo merupakan sosok yang punya semangat besar untuk berorganisasi hingga ke tingkat paling bawah. "Banyak orang melihat Pak Prabowo itu sudah besar. Tiba-tiba jadi Menteri, tiba-tiba jadi Presiden. Bukan. Prabowo Subianto yang saya kenal datang ke setiap pelantikan HKTI, di manapun," ucapnya. 

"Pak Prabowo datang di pertemuan-pertemuan kecil, merintis perjalanan karier politiknya untuk jadi Presiden dimulai dari HKTI," dia menekankan. 

Sudaryono tidak memungkiri, Prabowo memulai karier dan perjalanan politiknya dengan nama besar. "Dengan itu pun jenderal itu mau keluar masuk pasar, keluar masuk sawah, datang ke tempat-tempat pertemuan-pertemuan kecil," imbuhnya. 

Memulai dari yang Kecil

Belajar dari kisah Prabowo tersebut, Wamentan meyakini, sesuatu yang kecil bisa menjadi besar jika sukses berjuang melewati segala rintangan. 

"Seorang Prabowo Subianto dengan nama besar telah menunjukkan di hadapan mata kita, bagaimana beliau memulai sesuatu dari yang kecil, dari datang ke kabupaten-kabupaten, datang ke pasar, datang ke pematang sawah, ngasih bantuan ke penggiling padi, ngasih bantuan ke training-nya HKTI," tuturnya. 

"Itu yang ingin saya contoh. Saya bukan sebesar Pak Prabowo. Orang besar seperti beliau saja mau turun ke lapangan," tegas Wamentan. 

Mas Dar Ora Keset

Lebih lanjut, ia turut menggaungkan moto berbahasa Jawa yang dimilikinya. Yakni Mas Dar (sapaan akrab Wamentan Sudaryono) Ora Keset, yang berarti Mas Dar Tidak Malas. 

"Maka di hadapan saudara-saudara semuanya, saya ingin moto itu saya pertegas dalam Bahasa Indonesia, karena bapak/ibu semuanya berasal dari berbagai daerah," seru dia.

"Maka saya nyatakan bahwa saya Sudaryono, saya tidak malas, saya siap terjun ke lapangan, siap memenuhi undangan saudara-saudara semuanya," pungkas Wamentan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6