KAI Logistik Raih Peringkat AA dari Pefindo

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) meraih peringkat AA (Double A; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)

Diterbitkan 19 Juni 2025, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), berhasil meraih peringkat AA (Double A; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 14 Mei 2025 – 1 Mei 2026.

Peringkat ini menandakan kemampuan keuangan perusahaan yang sangat kuat dan stabil dalam memenuhi komitmen jangka panjang.

Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah, menyatakan, pencapaian peringkat AA ini mencerminkan komitmen kuat KAI Logistik dalam menjaga kesehatan keuangan, mengelola risiko secara cermat, dan terus mengembangkan layanan logistik yang inovatif.

"Peringkat AA ini bukan hanya pengakuan terhadap performa keuangan KAI Logistik, tetapi juga refleksi dari proyek-proyek strategis yang tengah kami jalankan untuk memperkuat rantai pasok nasional, khususnya dalam komoditas batu bara dan pengembangan infrastruktur logistik," kata dia, Kamis (19/6/2025).

Proyek Strategis: Coal Unloading Terminal Kramasan Jadi Andalan

Salah satu proyek unggulan yang tengah digarap KAI Logistik adalah pengembangan Coal Unloading Terminal di Kramasan, Sumatra Selatan.

Terminal bongkar muat batu bara ini memiliki potensi volume pengangkutan lebih dari 17 juta ton per tahun, menjadikannya simpul penting dalam distribusi batu bara nasional.

Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ekosistem logistik berbasis kereta api dan meningkatkan efisiensi dalam distribusi energi nasional.

 

Perluasan Container Yard dan Solusi Logistik di Sumatra Selatan

Selain terminal batu bara, KAI Logistik juga memperkuat infrastruktur logistik melalui pengembangan jaringan stasiun muat berbasis container yard di Sumatra Selatan.

Fasilitas ini dirancang untuk menangani kapasitas awal 1 juta hingga 1,5 juta ton batu bara per tahun, dengan kapasitas maksimal mencapai 4 juta ton per tahun.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat layanan angkutan batu bara berbasis kereta api dan memberikan solusi logistik efisien di wilayah tersebut.

 

Target Pertumbuhan Agresif dan Pengembangan Pergudangan Modern

KAI Logistik tidak hanya berfokus pada batu bara, tetapi juga mengembangkan layanan logistik terintegrasi melalui pembangunan fasilitas pergudangan modern di Pulau Jawa. Strategi ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat posisi sebagai penyedia solusi logistik nasional.

Fredi menambahkan, sejalan dengan berbagai inisiatif strategis tersebut, KAI Logistik memproyeksikan pertumbuhan yang signifikan dan solid di antaranya CAGR (Compound Annual Growth Rate) proyeksi pendapatan sebesar 10,4% dengan target pendapatan sebesar Rp1,8 triliun pada tahun 2029 diikuti dengan CAGR proyeksi volume produksi sebesar 11,8%, dengan target volume mencapai 47,2 juta ton pada tahun yang sama.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, KAI Logistik semakin mantap menuju visinya sebagai perusahaan logistik terdepan di Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6