Liputan6.com, Pulau Obi - Speed boat berkapasitas 20 orang melaju cepat membelah lautan diiringi hentakan ombak pada Rabu sore, 11 Juni 2025. Salah satu transportasi laut yang menjadi pembuka akses menuju Pulau Obi di Halmahera Selatan, Maluku.
Sebelumnya, dari Jakarta menuju Pulau Obi harus ditempuh melalui transportasi udara. Rute penerbangan diawali dari Jakarta menuju Ternate, kemudian berlanjut ke Labuha, ibu kota Halmahera Selatan. Total hampir 17 jam perjalanan menuju pulau yang menjadi lokasi kawasan pertambangan terintegrasi milik PT Trimegah Bangun Persada atau Harita Nickel Group.Â
Pertambangan di Indonesia bagian Timur ini menjadi salah satu bukti komitmen pemerintah untuk mendorong hilirisasi khususnya komoditas nikel, sejak UU Mineral dan Batubara tahun 2009 melarang ekspor bahan mentah. Indonesia sendiri dikenal sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia. Bahkan, pada 2020, pemerintah memutuskan Pulau Obi sebagai proyek strategis nasional (PSN) untuk pengembangan pertambangan nikel di Indonesia.
Advertisement
Berdasarkan data perusahaan, Harita telah menggelontorkan investasi puluhan triliun hingga 2024 untuk membangun pertambangan terintegrasi.Â
Produksi pertambangan nikel berasal dari 2 tambang yang beroperasi, yakni Trimegah Bangun Persada (TGP) yang mulai beroperasi pada 2011 dan PT Gane Permai Sentosa yang mulai pada 2010.
Pertambangan Harita memiliki luas ribuan hektare (ha), dengan total cadangan dan sumber daya miliaran ton. "Tambang lain JMP dan OAM masih dalam tahap eksplorasi, sementara tambang GTS dalam tahap persiapan awal," ujar Corporate Communications Superintendent Harita Nickel Joseph Sinaga dalam pemaparannya, di Site Obi, Kamis (12/6/2025).
Saat ini, total tenaga kerja di pertambangan Harita mencapai lebih dari 22 ribu orang. Komposisinya, 85 persen Warga Negara Indonesia, dengan 45 persen berasal dari putra dan putri Maluku Utara.
Â
Smelter
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5250838/original/035231800_1749736660-WhatsApp_Image_2025-06-12_at_8.48.50_PM.jpeg)
Komitmen Harita pada hilirisasi dibuktikan dengan membangun fasilitas smelter nikel, mulai dari smelter berteknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) hingga teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) pertama di Indonesia.
Tepatnya, pada 2015, Harita memulai pembangunan smelter yang pertama menggunakan teknologi RKEF di bawah naungan PT Megah Surya Pertiwi dengan 4 lini produksi berkapasitas 25.000 ton Ni/tahun. Setahun setelahnya di 2016, produksi perdana feronikel sebagai produk hilir dari nikel saprolit dilakukan.
Selanjutnya, perusahaan membangun fasilitas pemurnian nikel pertama di Indonesia dengan teknologi HPAL pada 2019 dan mulai beroperasi di 2021 dengan 3 lini produksi berkapasitas 55.000 ton per tahun. Pada tahun inilah, produksi pertama Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai produk antara dari pengolahan nikel limonit dilakukan perusahaan.
Pada tahun 2023, smelter RKEF kedua resmi beroperasi dengan 8 lini produksi berkapasitas 95.000 ton per tahun. Di tahun ini pula, ekspor perdana nikel sulfat dan cobalt sulfat dilakukan Harita.
Kemudian 2023, menjadi tahun bersejarah yang perusahaan mencatatkan saham perdana PT Trimegah Bangun Persada Tbk di bursa. Dilanjutkan pada 2024, perusahaan melakukan produksi perdana MHP produksi PT Obi Nickel Cobalt sebagai proyek HPAL kedua.
Rencananya, smelter ketiga PT Karunia Permai Sentosa dalam tahap konstruksi dengan 4 lini produksi berkapasitas 60.000 ton Ni per tahun yang dimulai pada kuartal 1 2025. Kemudian kapasitas penuh 12 lini produksi berkapasitas 185.000 ton per tahun.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5250837/original/019699800_1749736660-WhatsApp_Image_2025-06-12_at_8.45.40_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)