Grafik Harga Emas Hari Ini 10 Juni 2025, Tekanan Bearish Masih Terasa

Secara teknikal, kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average memperlihatkan bahwa tekanan jual masih membayangi harga emas hari ini. Simak grafik gerak harian harga emas di sini.

Diterbitkan 10 Juni 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga Emas dunia menunjukkan penguatan moderat pada awal perdagangan hari Selasa (10/6/2025). Harga emas hari ini diperdagangkan mendekati area USD 3.325 per troy ons. Pergerakan ini terjadi setelah pada sesi Senin sebelumnya, logam mulia mencatatkan kenaikan solid menyusul pelemahan Dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menjelaskan, analisis teknikal saat ini masih mengindikasikan tren bearish yang dominan, meskipun secara fundamental terdapat beberapa faktor yang mendukung harga emas dunia.

Secara teknikal, kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average memperlihatkan bahwa tekanan jual masih membayangi Emas.

Andy menyebutkan bahwa jika tekanan bearish ini berlanjut, harga emas berpotensi turun menuju area support di level USD 3.276.

Namun, bila terjadi pantulan harga dari level-level psikologis tertentu, maka potensi rebound menuju area USD 3.337 menjadi skenario yang perlu diantisipasi oleh para trader harian.

“Momentum teknikal saat ini belum cukup kuat untuk pembalikan tren penuh, tetapi kemungkinan pullback dalam jangka pendek tetap terbuka,” ujar Andy.

 

Analisis Fundamental

Dari sisi fundamental, fokus pasar kini tertuju pada perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China yang berlangsung di London. Presiden AS, Donald Trump, optimis bahwa perundingan tersebut akan menghasilkan kemajuan signifikan, terutama terkait pelonggaran pembatasan ekspor teknologi dan kebijakan pengiriman tanah jarang oleh China.

Jika hasil pertemuan ini berakhir positif, maka potensi penguatan Dolar AS bisa meningkat, yang secara historis kerap menekan harga komoditas berbasis dolar seperti emas.

Konflik di Timur Tengah turut memberikan dorongan pada permintaan Emas sebagai aset safe haven. Terbaru, kapal bantuan untuk Gaza yang dicegat oleh militer Israel menjadi perhatian pasar karena dapat memicu ketegangan baru.

Selain itu, laporan dari bank sentral China menunjukkan bahwa People’s Bank of China (PBoC) kembali menambah cadangan Emas untuk bulan ketujuh berturut-turut pada Mei. Cadangan tersebut naik menjadi 73,83 juta ons troy dari 73,77 juta pada April, mengindikasikan permintaan institusional yang tetap kuat dari negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Menanti Hasil Negosiasi

Dengan latar belakang tersebut, Andy Nugraha menilai bahwa meskipun tekanan bearish masih terasa secara teknikal, ruang untuk pergerakan dua arah tetap terbuka lebar.

Para pelaku pasar disarankan untuk tetap memperhatikan hasil negosiasi dagang AS-China dan dinamika geopolitik global yang bisa menjadi katalis jangka pendek bagi harga Emas.

Untuk hari ini, area USD 3.276 dan USD 3.337 menjadi dua titik kunci yang dapat dijadikan referensi oleh trader.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6