Strategi Perusahaan Perkakas Jerman Perluas Pangsa Pasar Dunia, Termasuk Indonesia

Bosch melanjutkan strategi 2030 untuk memperkuat posisinya meski kondisi pasar menjadi penghambat utama pertumbuhan tahun lalu

Diterbitkan 21 Mei 2025, 19:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bosch melanjutkan strategi 2030 untuk memperkuat posisinya meski kondisi pasar menjadi penghambat utama pertumbuhan tahun lalu. Pada tahun 2024, Bosch mencatat pendapatan sebesar 90,3 miliar euro, turun 1,4 persen dibanding tahun sebelumnya (atau turun 0,5 persen setelah disesuaikan dengan efek kurs).

EBIT (laba sebelum bunga dan pajak)  dari operasional tercatat sebesar 3,1 miliar euro (2023: 4,8 miliar euro); margit EBIT operasional sebesar 3,5 persen.

“Di fiskal tahun 2024, kami membuat peningkatan penting dalam biaya, struktur, dan portofolio. Kami tetap berpegang pada target untuk terus bertumbuh dan memperkuat kemandirian finansial kami. Strategi 2030 memberikan kami arahan yang dibutuhkan, khususnya di tengah gejolak global, untuk menjadi salah satu dari tiga penyedia teratas di pasar inti kami dalam waktu lima tahun," kata Ketua Board of Management Robet Bosch GmbH, Stefan Hartung dalam keterangan tertulis, Rabu (21/5/2025).

Target Keuangan Bosch

Strategi perusahaan tercermin pula dalam target keuangan Bosch. Dengan asumsi tingkat inflasi normal antara 2 hingga 3 persen, Bosch menargetkan pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 6 hingga 8 persen sampai dengan tahun 2030.

Pada kuartal pertama tahun ini, Bosch mencatat peningkatan pendapatan penjualan sebesar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bosch Group tetap menargetkan margin keuntungan sebesar 7 persen pada tahun 2026. Hartung melihat bahwa target ini merupakan tantangan besar, terutama di tengah gejolak global dan meningkatnya persaingan yang signifikan dari kawasan Asia.

“Kami akan terus bekerja keras untuk menata struktur dan efisiensi biaya, serta memperkuat fokus pada unit bisnis yang memiliki potensi keuntungan,” ujarnya.

Untuk memperkuat daya saing, Bosch telah mengumumkan penyesuaian struktural dan pengurangan jumlah tenaga kerja di beberapa area. Guna memperkuat daya saing perusahaan di tengah pasar yang dinamis, Bosch telah mengumumkan penyesuaian struktural yang mencakup pengurangan jumlah karyawan di beberapa area.

Saat ini, Bosch sedang berkomunikasi dengan perwakilan karyawan dan mendorong agar kesepakatan dapat segera dicapai serta proses implementasi dapat dimulai.

“Langkah ini dipandang penting agar perusahaan dapat segera memanfaatkan berbagai peluang pasar, termasuk yang muncul secara tak terduga," tutur dia.

Secara keseluruhan, Bosch memperkirakan jumlah tenaga kerja di perusahaan akan menurun, terutama di wilayah Jerman dan Eropa.

 

Bosch di Indonesia

Bosch Indonesia menunjukkan perkembangan bisnis yang positif sepanjang tahun 2024. Peluncuran berbagai produk baru mulai dari peralatan rumah tangga hingga perkakas listrik mendorong pertumbuhan signifikan.

Bosch juga memperluas jaringan distribusi melalui peluncuran toko resmi di berbagai platform e-commerce dan membuka Home Experience Store baru di Jakarta dan Surabaya, memberikan pelanggan kesempatan untuk merasakan langsung produk Bosch juga melakukan konsultasi dengan tenaga ahli. 

Bosch memperluas kerjasama dengan beberapa universitas untuk mendorong adopsi teknologi industri 4.0 juga aktif mendukung transfer pengetahuan kepada pelanggan lokal dan para calon insinyur masa depan.

Sebagai wujud komitmen jangka panjang di Indonesia, Bosch meluncurkan program dampak sosial “Bosch Impact for Life.” Program ini dijalankan melalui kolaborasi strategis dengan Foodback of Indonesia (FOI) dan Yayasan Sahabat Anak, dengan tujuan untuk meningkatkan gizi dan mendukung pendidikan anak-anak diberbagai wilayah Indonesia. 

 

Investasi 250 Juta Euro untuk Startup

Bosch memanfaatkan keunggulan dan kapabilitas yang dimiliki perusahaan untuk dapat menghadapi transformasi pasar dan teknologi yang sedang berlangsung. “Sebagai pelopor teknologi global, kami memiliki komitmen yang kuat untuk mengoptimalkan setiap keunggulan yang kami miliki, terutama pada kemampuan inovasi yang tinggi,” jelas Hartung.

“Kami Dengan keberanian dan fokus pada inovasi, berbagai peluang akan terbuka di masa depan, bahkan di tengah lanskap yang penuh dinamika.” lanjur dia.

Tahun lalu, Bosch mencatat lebih dari 6.700 paten, menjadikannya salah satu dari 100 perusahaan paling inovatif di dunia menurut analis Clarivate. Bosch melihat kolaborasi dengan perusahaan startup sebagai pendorong utama pertumbuhan. Sebagai salah satu investor ventura korporat terbesar di Eropa, Bosch meluncurkan dana investasi untuk modal ventora yakni Bosch Ventures sebesar 250 juta Euro.

“Investasi  ini tidak hanya mendorong kemajuan teknologi, tetapi juga memberikan manfaat langsung pada seluruh divisi di Bosch,” jelas Chairman Bosch.

“Inovasi merupakan salah satu pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.” ungkapnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6