Harga Emas Dunia Anjlok, Sentuh Level Terendah Lima Minggu

Penurunan harga emas ini seiring meningkatnya optimisme terhadap perdagangan global yang mendorong minat risiko investor dan membuat mereka beralih dari aset safe haven seperti emas.

Diperbarui 15 Mei 2025, 07:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Harga emas turun lebih dari 2% pada Rabu, menyentuh level terendah dalam hampir lima minggu. Penurunan harga emas ini seiring meningkatnya optimisme terhadap perdagangan global yang mendorong minat risiko investor dan membuat mereka beralih dari aset safe haven seperti emas.

Dikutip dari CNBC, Kamis (15/5/2025), harga emas spot turun 2,1% menjadi USD 3.188,52 per ons, level terendah sejak 11 April, setelah sempat menyentuh USD 3.174,62 sebelumnya. Kontrak berjangka emas AS juga turun 1,9% menjadi USD 3.186,00.

“Reli global yang dipicu oleh penurunan tajam tarif impor antara AS dan Tiongkok telah memicu koreksi teknikal pada harga emas,” ujar Tai Wong, seorang pedagang logam independen.

Perjanjian Dagang Dorong Pasar Saham Menguat

Indeks utama di Wall Street dibuka menguat, terdorong oleh kesepakatan tarif impor dan harapan tercapainya lebih banyak kesepakatan dagang lainnya.

 

Rencana Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Washington dan Beijing sepakat untuk memangkas tarif secara signifikan dan menerapkan masa jeda selama 90 hari guna merampungkan rincian kesepakatan.

Presiden AS Joe Biden (dalam artikel disebut Trump) mengatakan dalam sebuah wawancara pada Selasa bahwa ia membuka kemungkinan untuk bernegosiasi langsung dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping mengenai rincian pakta dagang.

Ia juga mengungkapkan adanya “potensi kesepakatan” dengan India, Jepang, dan Korea Selatan.

 

Prospek Harga Emas dan Pengaruh Kebijakan The Fed

Emas, yang dikenal sebagai aset safe haven di tengah gejolak geopolitik dan ekonomi, sebelumnya mencatat rekor tertinggi USD 3.500,05 bulan lalu dan telah naik 21,6% sepanjang tahun ini. Meski tren jangka panjang masih positif, analis pasar Fawad Razaqzada memperkirakan tekanan penurunan harga bisa berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

“Target penurunan pertama ada di USD 3.136, lalu USD 3.073, dan level penting berikutnya di USD 3.000,” ujarnya. Para pelaku pasar kini menanti data indeks harga produsen (PPI) AS yang akan dirilis Kamis, setelah data konsumen yang lebih lemah dari perkiraan. Data ini akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed, yang sangat memengaruhi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil (zero-yielding).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6