Liputan6.com, Jakarta Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan upah atau gaji pekerja di Jakarta masih di bawah standar.
Ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) berandai-andai memberikan gaji Rp 10 juta kepada 2 juta kepala keluarga (KK) di Jakarta, nyatanya gaji rata-rata pekerja di ibu kota hanya Rp 4,87 juta per bulan. Jauh di bawah ketentuan upah minimum provinsi (UMP) Rp 5,39 juta per bulan.
Hasil Analisa
Lantas, apakah besaran gaji tersebut mencukupi untuk hidup di Jakarta?
Advertisement
Perencana keuangan Aidil Akbar menilai, besaran pendapatan Rp 4,8 juta per bulan yang di bawah UMP Jakarta cenderung masih kurang untuk satu orang lajang, terlebih bagi yang sudah berkeluarga.
Dengan perhitungan, uang tersebut bakal habis untuk kebutuhan sehari-hari semisal ongkos sewa tempat tinggal, makan, transportasi, dan biaya hidup lainnya. Sehingga belum cukup untuk menghimpun tabungan.
"Artinya hanya bisa survive, hanya bisa bertahan hidup dari bulan ke bulan, dari gajian ke gajian. Kalau dia mau ngakalin, misalnya masak sendiri, enggak jajan, cari tempat tinggal yang enggak jauh dari tempat kerjaan," ujar Aidil kepada Liputan6.com, Rabu (14/5/2025).
Â
Upah Ideal di Jakarta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3125900/original/064347700_1589279612-20200512-PHK-8.jpg)
Menurut dia, upah ideal bagi seorang pekerja atau buruh minimal berada di kisaran Rp 6,5 juta per bulan.
Seorang pekerja dengan gaji Rp 5,5 juta pun diklaim masih bisa bertahan hidup, namun dengan gaya hidup minimalis.
"Kalau mau gaya hidupnya prihatin, ngakalin dengan masak sendiri dan sebagainya, harusnya cukup-cukup aja, atau bisa nabung. Yang bikin boros itu kan bukan makan, tapi jajan," tegasnya.
Â
Advertisement
Andalkan Subsidi Negara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219692/original/088244200_1747224530-20250514-PHK-HER_4.jpg)
Senada, perencana keuangan Eko Endarto menyebut upah rata-rata Rp 4,8 juta belum mencukupi untuk pekerja Jakarta yang sudah berkeluarga.
Kendati begitu, mereka tetap masih bisa bertahan hidup dengan mengandalkan subsidi yang diberikan oleh negara.
"Kalau untuk hidup dengan jumlah anggota keluarga normal, maksimal 2 anak, saya kira cukup. Dengan asumsi gaya hidup wajar dan menggunakan fasilitas negara seperti sekolah gratis dan kesehatan BPJS.. Tapi untuk nabung dan utang, belum bisa," ungkapnya kepada Liputan6.com.
Sedikit pengecualian diberikan bagi para pekerja lajang yang mengadu nasib di ibu kota. Eko menilai, mereka lebih bisa berhemat dengan menekan pengeluaran yang tidak terlalu penting.
"Lajang pasti lebih bisa, dengan pengelolaan baik dan menggunakan dana untuk pengeluaran penting saja. Enggak merokok, kost dekat kantor, dan seterusnya," dia menekankan.
Â
Strategi untuk Bisa Menabung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4540522/original/009415000_1692185205-Polusi-Udara-Jakarta-1.jpg)
Eko lantas membagikan strategi bagi pekerja di Jakarta dengan gaji di bawah UMP untuk bertahan hidup dan tetap bisa menabung. Utamanya dengan menekan pengeluaran sehari-hari.
Lalu, ia juga menyarankan mereka untuk mencari tempat tinggal yang lebih dekat ke kantor dengan tarif murah. Sehingga ongkos untuk transportasi pun bisa dipangkas.
"Masih bisa menurut saya. Rata-rata biaya hidup sebesar 50-60 persen penghasilan. Jadi sekitar Rp 3 jutaan, dan biaya sewa tempat sekitar 750 ribu tipe minimal ya. Dan sisa untuk jaga-jaga plus kebutuhan lain," tuturnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1466236/original/078346500_1509797668-WhatsApp_Image_2017-11-04_at_19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3147008/original/000611900_1591619911-20200608-Suasana-Jam-Pulang-Kantor-Pekerja-di-Jakarta-TALLO-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/164/original/089229800_1562306521-WhatsApp_Image_2019-07-05_at_12.56.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3938373/original/066479600_1645165606-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684651/original/055299800_1782738048-62a4be94-12db-473e-bc05-0fbd8499c944.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5175380/original/036780300_1742987441-WhatsApp_Image_2025-03-26_at_17.43.47_75a174de.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3143781/original/016275000_1591254377-20200604-Banjir-Rob-Rendam-Pasar-Ikan-Muara-Baru-FANANI-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8582860/original/003906500_1782544025-1000569516.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8669118/original/079782400_1782704998-154851.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8679732/original/063438400_1782727549-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_23.07.03.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4968712/original/040567300_1728906269-WhatsApp_Image_2024-10-14_at_18.36.10_bf9be244.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4703802/original/020713200_1704106163-20240101-Ancol-Tahun-Baru-2024-Herman-6.jpg)