OJK Belum Terima Pengajuan IPO Bank DKI

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa hingga saat ini OJK belum menerima pengajuan resmi terkait rencana IPO dari Bank DKI

Diperbarui 04 Mei 2025, 11:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta meminta Bank DKI untuk segera melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dalam waktu enam bulan ke depan. Desakan ini muncul setelah isu IPO Bank DKI bergulir selama bertahun-tahun namun belum juga terealisasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa hingga saat ini OJK belum menerima pengajuan resmi terkait rencana IPO dari Bank DKI.

"Terkait dengan rencana IPO Bank DKI, hingga saat ini belum terdapat pengajuan IPO dari bank DKI," kata Dian dikutip dari jawaban tertulisnya, Minggu (4/5/2025).

Meski demikian, OJK terus mendorong Bank DKI dan seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) lainnya untuk memberikan nilai tambah strategis bagi para pemangku kepentingan.

"Namun, OJK senantiasa mendorong Bank untuk terus memberikan nilai tambah strategis bagi seluruh stakeholders dan mendukung pendalaman pasar keuangan," ujarnya.

Bisa Perkuat Modal

Salah satu caranya adalah dengan dengan melakukan penawaran umum perdana saham guna memperkuat permodalan dalam rangka pertumbuhan bisnis, meningkatkan transparansi dan tata kelola dengan status perusahaan terbuka.

"OJK akan mendorong semua BPD untuk bisa IPO ataupun menerbitkan obligasi," ujar Dian.

Kendati begitu, ia menegaskan bahwa keberhasilan IPO dan perlindungan investor hanya dapat dicapai jika sejumlah prasyarat mendasar dipenuhi. Prasyarat tersebut meliputi disiplin fiskal pemerintah daerah, profesionalisme, tata kelola yang baik, tingkat keuntungan (rentabilitas) yang memadai, serta perolehan peringkat yang baik dari lembaga pemeringkat kredibel.

 

Bank DKI Bagikan Dividen

PT Bank DKI resmi membagikan dividen sebesar Rp249,31 miliar atau setara 32% dari laba bersih tahun buku 2024 yang tercatat sebesar Rp779,10 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp249,26 miliar diberikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, sedangkan sisanya Rp56 juta diberikan kepada Perumda Pasar Jaya.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu, 30 April 2025.

"Sisa laba sebesar 68% atau Rp529,79 miliar akan digunakan sebagai saldo laba ditahan guna mendukung pengembangan usaha dan transformasi Bank DKI ke depan," kata Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo dalam keterangannya, Kamis (1/5/2025).

 

Pemegang Saham Setujui Rencana IPO, Kapan Realisasinya?

Salah satu keputusan strategis RUPST Bank DKI adalah restu pemegang saham atas rencana Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).

"Dengan persetujuan ini, Direksi dan Dewan Komisaris diberikan kewenangan untuk menyiapkan segala tahapan dan kajian yang dibutuhkan untuk proses IPO, termasuk memperhatikan kondisi pasar saham dan perekonomian domestik maupun global," tulisnya.

Meski belum disebutkan jadwal pasti pelaksanaan IPO, persetujuan ini menandai langkah besar Bank DKI membuka akses kepemilikan saham bagi publik dan memperluas sumber pendanaan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Bank DKI merupakan salah satu bank di Indonesia yang kepemilikan sahamnya dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta.
    Bank DKI
  • liputan6
    IPO adalah singkatan dari Initial Public Offering.
    IPO
  • liputan6
    Otoritas Jasa Keuangan atau OJK adalah lembaga yang berfungsi untuk mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan di sektor keuangan.
    OJK