Ketentuan larangan menggandakan identitas kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) lewat mesin fotocopy sempat membuat khawatir sebagian masyarakat, termasuk industri keuangan. Maklum, fotocopy identitas calon nasabah termasuk KTP biasanya digandakan oleh pelaku perbankan.
Menghadapi kondisi tersebut, perbankan tak kehilangan akal. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang merupakan bank terbanyak di Indonesia memilih menyalin identitas nasabah melalui kamera.
"Calon nasabah dateng untuk buka rekening, itu menggunakan fotocopy identitas. Kalau KTP tak boleh difotocopy, ya tinggal kita foto saja pakai kamera lalu diprint, kan selesai," tutur Corporate Secretary BRI, Muhammad Ali, di kantor pusat BRI, Jakarta, Senin (13/5/2013).
Ali mengakui pihaknya telah menerima surat edaran dari pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri yang isinya melarang penggandaan e-KTP dengan menggunakan mesin fotocopy. Cara penggandaan itu dikhawatirkan dapat merusak sistem elektronik pada KTP tersebut.
"Edarannya kan isinya KTP tidak boleh difotocopy, kalo difoto kemudian di print kan tak masalah, KTP kan tersentuh mesin fotocopy," tegasnya.
Untuk melaksanakan strategi ini, BRI akan menyiasati hal ini dengan menginstruksikan bagian customer service untuk memotret identitas nasabah yang berencana membuka rekening baru. Kamera yang digunakan bisa menggunakan fasilitas memotret dalam telepon genggam pribadi petugas ataupun kamera fasilitas kantor. Hasil pemotretan nantinya akan langsung dicetak.
"Nanti para petugas akan memotret KTP itu, melalui handphone pribadi saja, lalu dikoneksikan ke komputer, lalu di print," ungkap Ali. (Yas/Shd)
Menghadapi kondisi tersebut, perbankan tak kehilangan akal. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang merupakan bank terbanyak di Indonesia memilih menyalin identitas nasabah melalui kamera.
"Calon nasabah dateng untuk buka rekening, itu menggunakan fotocopy identitas. Kalau KTP tak boleh difotocopy, ya tinggal kita foto saja pakai kamera lalu diprint, kan selesai," tutur Corporate Secretary BRI, Muhammad Ali, di kantor pusat BRI, Jakarta, Senin (13/5/2013).
Ali mengakui pihaknya telah menerima surat edaran dari pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri yang isinya melarang penggandaan e-KTP dengan menggunakan mesin fotocopy. Cara penggandaan itu dikhawatirkan dapat merusak sistem elektronik pada KTP tersebut.
"Edarannya kan isinya KTP tidak boleh difotocopy, kalo difoto kemudian di print kan tak masalah, KTP kan tersentuh mesin fotocopy," tegasnya.
Untuk melaksanakan strategi ini, BRI akan menyiasati hal ini dengan menginstruksikan bagian customer service untuk memotret identitas nasabah yang berencana membuka rekening baru. Kamera yang digunakan bisa menggunakan fasilitas memotret dalam telepon genggam pribadi petugas ataupun kamera fasilitas kantor. Hasil pemotretan nantinya akan langsung dicetak.
"Nanti para petugas akan memotret KTP itu, melalui handphone pribadi saja, lalu dikoneksikan ke komputer, lalu di print," ungkap Ali. (Yas/Shd)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4032168/original/078212600_1653378088-cek_fakta_wuhan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313962/original/012980500_1785727335-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T102000.247.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5346802/original/063133700_1757650216-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__68_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2825/original/ektp-foto130513b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)