Sukses

Cuti Bersama Lebaran, Bulog Tetap Salurkan Bansos Beras ke Masyarakat

Liputan6.com, Jakarta Perum Bulog tetap memyalurkan bantuan sosial atau bansos beras ke masyarakat dalam kategori Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bahkan penyalurannya tetap berjalan saat masuk cuti bersama atau H-1 lebaran 2023

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi di Jakarta. Menurutnya, mendekati lebaran Bulog masih terus melakukan penyaluran bantuan pangan beras kepada 21,3 juta KPM yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Mendekati lebaran Bulog tidak Libur. Kita pastikan penyaluran bantuan pangan oleh Bulog masih terus berjalan sampai dengan H-1 Idulfitri. Langkah ini untuk mendorong pemenuhan target pendistribusian untuk tahap pertama ini, sehingga diharapkan seluruh KPM bisa mendapatkan bantuan pangan beras sebelum Idulfitri,” ujar Arief dslam keterangannya, Kamis (20/4/2023).

Arief mengaku, Bapanas terus melakukan koordinasi dengan Bulog untuk memastikan progres penyaluran bantuan pangan beras sesuai dengan target serta pendistribusiannya tepat sasaran dan tepat waktu.

"Kita terus pantau dan minta Bulog update realisasinya. Hal ini untuk pastikan agar penyalurannya tepat waktu dan sasaran langsung ke masyarakat by name by address. Dalam pendistribusian Bulog bekerja sama dengan perusahaan logistik PT Pos Indonesia, JPL, dan DNR yang sistemnya telah terintegrasi secara digital sehingga pedistribusiannya bisa terpantau sampai di titik mana,” ujarnya.

Hingga 17 April 2023, Bulog telah menyalurkan bansos bantuan pangan beras tahap pertama sebanyak 131.271.300 kg atau sekitar 61 persen dari total penyaluran sebanyak 213.530.000 kg. Berdasarkan jumlah tersebut, Bulog telah menyalurkan bantuan pangan beras ini kepada sekitar 13,1 juta KPM yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.

4 Provinsi

Arief mengatakan, berdasarkan data sebaran pendistribusian, tercatat 4 provinsi telah menyelesaikan penyaluran bantuan, yaitu Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Bengkulu.

“Sudah empat provinsi yang realisasinya 100 persen, provinsi lainnya masih on progres. Beberapa provinsi yang sudah di atas 90 persen, seperti DKI Jakarta yang penyalurannya sudah 98 persen dan Aceh yang sudah 95 persen. NFA mendorong agar dilakukan percepatan pendistribusian termasuk di daerah terdepan dan terluar,” ungkapnya.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini

2 dari 4 halaman

Prioritas

Arief menegaskan, penyaluran bantuan pangan beras ini menjadi salah satu prioritas pemerintah yang bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan masyarakat. Serta menekan lonjakan inflasi khususnya jelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Idulfitri.

“Bantuan pangan ini merupakan salah satu program bantalan sosial yang digulirkan pemerintah. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras sesuai arahan Presiden,” ungkapnya.

Bantuan pangan beras tersebut akan disalurkan selama 3 bulan dari Maret sampai dengan Mei kepada 21,3 juta KPM secara bertahap. Penyaluran tahap pertama telah dimulai sejak Maret 2023. Melalui program ini masing-masing KPM akan menerima bantuan berupa beras 10 kg sebanyak 3 kali hingga bulan Mei 2023.

Hal senada juga disampaikan Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum BULOG Mokhamad Suyamto, pihaknya mengatakan Bulog tetap melayani pendistribusian bantuan pangan sampai sehari sebelum lebaran.

“Walaupun besok sudah memasuki masa cuti bersama, namun operasional dan pelayanan BULOG tetap standby dalam menyalurkan bantuan pangan ke seluruh keluarga penerima manfaat agar segera dapat mengurangi beban pengeluaran mereka akan pangan terutama di momen menjelang lebaran saat ini,” kata Suyamto.

 

3 dari 4 halaman

Serap 191 Ribu Ton Beras

Selain menggenjot pendistribusian bantuan pangan, menjelang lebaran ini Bulog juga terus meningkatkan penyerapan gabah dan beras dalam negeri khususnya di sentra-sentra panen seperti Jawa Barat dan sentra produksi lainnya. Menurut Arief, optimalisasi penyerapan gabah dan beras dalam negeri dilakukan dalam rangka menjaga stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Realisasi penyerapan atau pengadaan beras dalam negeri Bulog dari Januari sampai dengan pertengahan April ini tercatat sekitar 191 ribu ton.

“Untuk penyerapan dalam negeri di bulan April sampai dengan pertengahan bulan ini telah terealisasi sebanyak 97 ribu ton dan masih terus bertambah. Meski baru pertengahan bulan, serapan April lebih tinggi dibanding penyerapan pada bulan sebelumnya di tahun 2023. Kondisi ini menunjukan bahwa panen dan produksi di bulan April yang paling tinggi dibanding Januari, Februari, dan Maret 2023,” jelasnya.

Adapun upaya pemerintah dalam menjaga pasokan pangan masyarakat khususnya jelang HBKN Idulfitri juga dilakukan dengan penyaluran bantuan pangan telur dan daging ayam. Bantuan tersebut sudah mulai didistribusikan pada 15 April 2023, ditujukan kepada 1,4 juta Keluarga Risiko Stunting (KRS).

“Untuk penyaluran bantuan telur dan daging ayam telah dimulai 15 April kemarin, kita salurkan bertahap dan ditargetkan untuk 1,4 juta KRS. Untuk tahap awal sebelum Idulfitri ini bantuan akan disalurkan kepada 78 ribu KRS yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Barat dan ditargetkan selesai 100 persen sebelum lebaran. Produk daging ayam dan telur disiapkan oleh ID FOOD bekerja sama dengan para peternak lokal,” pungkas Arief.

 

4 dari 4 halaman

Distribusi Jalan Terus

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi memastikan produksi dan distribusi beras untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) alias operasi pasar tetap jalan. Bahkan, dia menyebut kegiatannya berjalan normal meski sudah masuk masa cuti bersama Lebaran 2023.

Hal tersebut diungkapkan Kepala NFA Arief Prasetyo Adi saat mengecek fasilitas Rice to Rice di Kawasan Pergudangan Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) DKI Jakarta-Banten, Pulo Gadung, Jakarta, Rabu, (19/4/2023), kemarin.

"Hari ini kita cek produksi dan kesiapan stok bantuan pangan beras di fasilitas Rice to Rice Bulog Kanwil DKI Jakarta-Banten. Terpantau stok tersedia, aktivitas produksi dan pengemasan beras juga terus berjalan, tidak hanya pengemasa beras untuk bantuan pangan tetapi juga dilakukan pengemasan beras SPHP Bulog untuk pasar tradisional dan ritel modern,” tutur dia dalam keterangannya, Kamis (20/4/2023).

Dalam kunjungannya, Arief juga memastikan agar beras bantuan pangan yang telah dikemas segera dimuat dan didistribusikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Tujuannya agar beras yang sudah siap kirim tidak tersimpan lama di gudang dan dapat segera tiba di alamat KPM.

“Kita juga minta beras yang sudah siap kirim tidak berlama-lama di gudang Bulog, langsung distribusikan kepada KPM. Hal ini juga bagian dari perbaikan turn over stok Bulog sehingga beras yang telah diserap tidak tersimpan terlalu lama di gudang dan berisiko mengalami penurunan kualitas. Semenjak digencarkannya hilirisasi SPHP dan bantuan pangan beras, turn over stok Bulog saat ini jauh lebih baik,” ujarnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini