Sukses

Investasi Emas Jadi Pilihan Saat Resesi, Kinerja Antam Makin Kinclong

Liputan6.com, Jakarta - Investasi emas digadang jadi satu pilihan di tengah ancaman resesi global. Pasalnya, emas memiliki sifat lindung nilai dan mampu bertahan untuk jangka menengah dan panjang.

PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mencatat permintaan emas pada awal 2023 cukup positif. Buktinya, Antam mencatat penjualan terus mengalami kenaikan dan sejalan dengan rencana sejak 1-20 Januari 2023. Kendati, harga emas sempat masuk di level Rp 1 juta per gram.

Sekretaris Perusahaan Antam, Syarief Faisal Alkadrie mengatakan permintaan emas meningkatkan karena danya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi emas.

"Masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya investasi emas, terlebih di saat kondisi ketidakpastian perekonomian global saat ini,” kata Faisal dalam keterangannya, Selasa (24/1/2023).

Menurut Faisal, emas yang diprediksi masih akan menjadi salah satu pilihan utama konsumen untuk berinvestasi di tengah-tengah ketidakpastian global. Bukan cuma itu, harga emas akan cenderung terus meningkat seiring permintaan yang tinggi.

Secara rinci, Faisal menyebut potensi resesi global pada tahun 2023 cenderung membuat emas lebih menarik sebagai instrumen investasi, mengingat emas merupakan salah satu Safe-haven Asset.

"Sifat emas yang merupakan instrumen investasi yang memiliki sifat lindung nilai menjadi pilihan bagi masyarakat baik untuk investasi jangka panjang, maupun jangka menengah," jelas Faisal.

Untuk diketahui, pertumbuhan nilai logam mulia Antam dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan yang positif. Selama satu dekade terakhir, emas sudah mengalami kenaikan sekitar 72 persen atau setara dengan rata-rata pertumbuhan per tahun sebanyak 7.72 persen.

Pertumbuhan nilai logam mulia sendiri bergantung pada kondisi pasar dan ekonomi global terkini.

Misal logam mulia emas mengalami kenaikan nilai yang signifikan sejak 2019 sampai puncaknya di Agustus 2020 yang disebabkan mulai terguncangnya kondisi ekonomi global karena pandemi Covid-19 dan penurunan aktifitas ekonomi global, sehingga emas mengalami kenaikan sebesar 51 persen.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Bakal Meningkat

Senior Analis DCFX Lukman Leong mengatakan harga emas sangat positif dan masih akan bersinar ke depannya.

"Emas masih sangat positif dan akan sangat bersinar sebagai status safe haven di tengah kemerosotan ekonomi dan ketidakpastian geopolitikal global," jelas Lukman.

Adapun pelemahan beberapa waktu lalu, Lukman perkitakan karena pertumbuhan ekonomi China yang melambat menjadi salah satu sentimen negatif. Namun sebenarnya, harga emas masih cukup stabil dan tidak berubaha banyak sejak tahun kemarin.

"Harga emas sempat naik tinggi karena invasi Russia ke Ukraina dan kemudian turun tajam tertekan oleh kebijakan kenaikan suku bunga yang agresif oleh bank sentral dunia terutama the Fed dalam usaha memerangi inflasi. Namun harga emas rebound besar di kuartal akhir 2022 oleh kekuatiran resesi di 2023," rinci Lukman.

 

3 dari 3 halaman

Naik ke Rp 1,2 juta per Gram

Lukman juga menyebut, tahun ini emas akan didukung oleh permintaan baik dari investor dan bank sentral. Oleh karena itu, investor masih belum telat untuk membeli emas diharga sekarang juga. Menurutnya, harga emas berpotensi paling tidak akan naik ke USD 2100 per troy ounce.

"Investor kecil bisa membeli emas Antam, untuk investor besar idealnya tidak membeli secara fisik namun dalam bentuk kontrak atau paper gold. Adapun hingga akhir tahun, harga emas Antam saya prediksi bisa mencapai Rp 1,2 juta per gram tahun ini," pungkas Lukman.

Emas digadang menjadi satu pilihan untuk berintvestasi. Mengingat sifatnya yang bisa bertahan baik dalam jangka waktu menengah maupun panjang.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS