Sukses

PAM Jaya Dukung Pelestarian Sungai Ciliwung

Liputan6.com, Jakarta Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) baru saja menerima penghargaan Kalpataru atas kontribusinya dalam pelestarian lingkungan, khususnya peningkatan kualitas Sungai Ciliwung.

Penghargaan diberikan di Ruang Auditorium Gd. Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong kepada Ketua Umum GCB Peni Susanti Moerpratomo.

GCB telah secara konsisten selama 33 tahun dalam melestarikan Sungai Ciliwung, membangun kemitraan multistakeholder, dan pengabdian terhadap lingkungan hidup.

Konsistensi GCB berdampak pada kualitas Sungai Ciliwung yang telah mencapai kelas 2 sesuai dengan PP 82 tahun 2001. Artinya, kualitasnya membaik sehingga memungkinkan untuk berkembang biaknya biota air seperti ikan, udang, lobster biru, berang dan lainnya.

Direktur Pelayanan PAM JAYA, Syahrul Hasan yang turut hadir pada acara tersebut turut bangga pada pencapaian tertinggi di bidang lingkungan hidup yang diraih GCB.

“GCB adalah Community Development dari PAM JAYA, kami turut berbahagia atas pencapaian ini. Apresiasi ini pastinya akan mendorong teman-teman GCB untuk dapat terus berkontribusi bagi kelestarian Sungai Ciliwung,” ucapnya, Kamis (28/7/2022).

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pengolahan Sampah

Syahrul menambahkan, selama ini PAM JAYA secara intens mendukung serta bekerja sama dengan Gerakan Ciliwung Bersih dalam upaya-upaya pelestarian Sungai Ciliwung, salah satunya, pembangunan Tempat Olah Sampah Sungai (TOSS).

“PAM JAYA sebagai mitra GCB dan Pemprov DKI Jakarta sebagai Pembina akan terus mendukung segala aktivitas pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh GCB,” ucapnya.

Peningkatan kualitas Sungai Ciliwung, imbuh Syahrul, merupakan kabar baik bagi warga Jakarta sebab dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku.

“Kita akan memanfaatkan Sungai Ciliwung sebagai sumber air baku melalui proyek SPAM Ciliwung yang akan mulai di bangun tahun 2023. Nantinya, akan ada penambahan 200 liter per detik yang dapat melayani sekitar 15.000 sambungan rumah di wilayah Kelurahan Kalibata, Kelurahan Pengadegan, Kelurahan Rawajati, Kelurahan Duren Tiga dan Kelurahan Pancoran,” tutupnya.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Laut Indonesia Darurat Sampah Plastik, Ekonomi Sirkular Jadi Jalan Keluar

Dampak urbanisasi, pembangunan, dan perubahan pola konsumsi dan produksi membuat sampah plastik di laut mengalami peningkatan setiap tahun. Padahal sampah menjadi ancaman serius pada ekosistem laut, bisnis perikanan, kesehatan publik dan juga sektor turisme.

Perwakilan Uni Eropa untuk Indonesia, Seth Van Doorn dalam sesi Dialog Nasional Pengurangan Sampah oleh Produsen di Jakarta, pekan lalu mengatakan, sampah plastik di perairan laut merupakan salah satu ancaman lingkungan terbesar dunia.

"Sistem pengolahan sampah belum cukup efektif menekan volume sampah plastik di laut, untuk itu diingatkan risiko dari kemasan yang mudah tercecer dan susah didaurulang, termasuk sedotan plastik, minuman gelas dan kantong plastik," ujar Seth Van Doorn.

Dia menyebut ada sekitar 60 sampai 90 persen dari sampah yang tercecer di laut adalah sampah plastik, utamanya sedotan, minuman gelas dan kantong plastik.

Polusi sampah plastik di laut Indonesia sendiri menyumbang kontribusi yang signifikan, termasuk sampah air minum kemasan gelas dan botol. Hal ini berdasarkan data yang diolah dari berbagai sumber.

Di mana menunjukkan produksi air minum kemasan gelas mencapai 10,4 miliar kemasan gelas setiap tahunnya dengan timbulan sampah 46 ribu ton, atau hampir sepertiga dari total timbulan sampah industri air kemasan bermerek.

Jumlah timbulan sampah itu belum menghitung timbulan sampah sedotan plastik, 'komplemen' dalam penjualan air minum gelas, yang notabene lebih mudah tercecer di lingkungan. Pada segmen ini, market leader industri air kemasan berkontribusi pada timbulan 5.300 ton sampah gelas plastik.

 

4 dari 4 halaman

Produksi Air Kemasan

Dari data tersebut juga menunjukkan produksi air kemasan botol sekali pakai mencapai 5,5 miliar botol per tahun dengan volume sampah sebesar 83 ribu ton, atau hampir separuh timbulan sampah plastik industri air kemasan bermerek.

Separuh dari timbulan sampah pada segmen botol ini merupakan sampah market leader. Sejauh ini memang belum ada data resmi rerkait volume sampah gelas plastik dan botol plastik air kemasan yang mampir di perairan laut.

Van Doorn mengharapkan pemerintah dan kalangan produsen di Indonesia dapat terus mengurangi sampah plastik.

"Per Maret silam, United Nations Environment Assembly, bersama majelis lingkungan PBB, dalam sebuah pertemuan di Nairobi, Kenya, telah menyepakati fase awal negosiasi kesepahaman pengurangan polusi plastik di level dengan implikasi yang bakal mengingat secara hukum," terangnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS