Sukses

Gandeng Iwan Fals, Erick Thohir Ajak Musisi Punya Peran ke Lingkungan

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir ingin membuat musisi untuk bisa berperan untuk lingkungan. Ia ingin ada dampak positif bagi lingkungan dari para musisi.

Untuk itu ia menggandeng musisi legendaris, Iwa Fals. Diketahui, Iwan Fals memiliki gerakan berbagi bibit pohon pasca ia tampil di suatu acara.

"Seperti bang @iwanfals yang punya tradisi membagikan bibit pohon kepada penyelenggara setiap kali manggung. Kolaborasi indah bagi lingkungan," tulisnya mengutip Instagram @erickthohir, Rabu (20/7/2022).

Erick membagikan momen ia bertemu dengan pencipta dan pelantun lagu Bento itu. Terlihat, keduanya sedikit berbincang dan sempat secara simbolis berbagi bibit pohon.

"Musik sejatinya dapat menjadi medium pemersatu, mengiringi dan menggerakkan kita ke tujuan bersama yang lebih baik," katanya.

Lebih lanjut, Erick juga mengungkap tujuannya menggandeng Iwan Fals. Ia memiliki visi kalau musik bisa menjadi jembatan diantara masyarakat.

Erick juga sekaligus ingin mempromosikan yang disebutnya sebagai M20. Ia berharap segala kontribusi bisa berdampak baik bagi lingkungan.

"Untuk itu saya juga ingin menggandeng musikus legendaris, untuk menyemarakkan M20 sebagai bagian dari G20, guna membuka jalinan koneksi antar masyarakat menyongsong hidup lebih baik pasca pandemi," tuturnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Harga Produk UMKM

Menteri BUMN Erick Thohir menilai, produk UMKM tidak sepatutnya dihargai murah. Pasalnya, proses produksi yang dilakukan membutuhkan modal dan tenaga tidak sedikit.

Untuk itu, pemerintah berdedikasi untuk membangun ekosistem UMKM dengan mengenyampingka ego sektoral. Namun, harus saling mendukung dan perlu ada hasil konkritnya.

"Di sinilah kita bisa lihat bagaimana kita bisa meyakinkan semua small medium untuk UMKM bukan hanya bisa naik kelas, tapi berkesinambungan," ujar Erick Thohir di Sarinah, Jakarta, Minggu (17/7/2022).

Erick juga tak ingin lagi ada persepsi yang membedakan produk UMKM secara standar tidak baik. Dia ingin membuktikan bahwa produk UMKM juga laik dibanderol tinggi.

"Padahal ini (produk UMKM) handmade. Padahal ini ada kreatif daripada bangsa kita. Jual mahal dong, inilah yang harus kita dorong," tegas dia.

Oleh karenanya, ia pun senang atas apresiasi yang diberikan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva atas kepedulian pemerintah terhadap UMKM.

Hal itu diutarakannya saat melawat bersama Erick Thohir dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ke markas UMKM di Gedung Sarinah, Jakarta.

"Artinya kepemimpinan bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah kepada alur yang benar, dan mari kita saling bekerja sama mematikan kita tambak maju lagi," ujar Erick Thohir.

 

3 dari 4 halaman

Nelayan Berkoperasi

Menteri BUMN Erick Thohir ingin nelayan ingin membangun koperasi. Ia juga melihat ada tiga poin penting dalam pemberdayaan nelayan.

Salah satu upayanya, dengan pembentukan koperasi, alur pemberian subsidi solar diharapkan lebih tepat sasaran. Alasannya pendataan dari koperasi bisa lebih rapi.

"Kepastian daripada solar yang dibutukan makanya tadi saya menawarkan bagaimana para nelayan membentuk koperasi, dan Pak Teten mendorong bahwa koperasi ini bisa menjadikan tempat kita men-drop BBM yang diperlukan jadi datanya detail jelas. Jangan sampai nanti di-drop tahunya tidak untuk nelayan, dipakai buat orang lain lagi," kata dia kepada wartawan usai Munas IV Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) 2022, Jakarta, Selasa (19/7/2022).

"BBM yang bersubsidi akhirnya dipakai yang besar besar tadi, orang buat nelayan," tambah dia.

 

4 dari 4 halaman

Program Mekaar

Poin kedua, ia juga melirik pengembangan ekonomi dari ibu-ibu nelayan. Ia menawarkan PNM Mekaar untuk ibu-ibu tersebut menunjang tambahan pemasukan bagi keluarganya.

"Ibu-ibu nelayan jadi kekuatan ekonomi tambahan buat para nelayan, PNM Mekar kerja sama dengan ibu nelayan dengan total pembiayaan Rp 1,6 triliun. Dari total pendanaan PNM mekar ibu-ibu di desa yang jumlahnya Rp 40 triliun lebih masih terlalu kecil, perlu ditingkatkan lagi ibu-ibu nelayan," tuturnya.

Selanjutnya, ia juga meminta nelayan untuk mulai melakukan budidaya ikan. Sehingga diharapkan ini bisa memberikan tambahan pendapatan.

Erick menyebut ikan hasil budidaya bisa lebih dikonsolidasikan. Baik dari jenis ikan, hasil laut hingga ukuran ikan.

"Itu biasanya lebih mudah dibeli menyeluruh untuk dijadikan yang namanya barang barang yang diperlukan industri, ini 3 hal yang dilakukan," tukasnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS