Sukses

Berkah Baju Pengantin, Pria India Jadi Miliarder Berharta Rp 40,5 Triliun

Liputan6.com, Jakarta Pemilik bisnis pengecer pakaian etnik pria Vedant Fashions Ravi Modi kini merupakan miliarder. Dia semakin kaya berkat keuntungan dari penjualannya yang banyak dipesan masyarakat India demi merayakan hari pernikahan.

Terlebih disaat pandemi mereda dan pembatasan dicabut, perusahaan bahkan melaporkan lonjakan pendapatan hingga 84 persen menjadi 10,4 miliar rupee (USD 138 juta) atau sekitar Rp 2,075 triliun. Perusahaan telah mengantongi laba bersih lebih dari dua kali lipat menjadi 3,15 miliar rupee untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2022.

Dalam tiga bulan pertama tahun 2022, perusahaan sudah membuka 17 toko sehingga total secara keseluruhan menjadi 595 toko. Toko-toko ini mencakup total gabungan 1,1 juta kaki persegi yang ingin digandakan perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

Melansir Forbes, Rabu (6/7/2022), Modi mengumumkan perusahaannya yang berusia 23 tahun pada Februari 2022 bahwa telah terdaftar dengan valuasi USD 2,8 miliar dengan premi 8 persen dari harga IPO. Saham telah naik hingga 12 persen sejak saat itu dengan kapitalisasi pasar sekarang di USD 3 miliar.

Oleh karena itu, Modi pun memulai debutnya dalam daftar miliarder dunia Forbes pada April tahun ini dengan kekayaan mencapai USD 2,5 miliar. Itu telah meningkat menjadi USD 2,7 miliar atau sekitar Rp 40,5 triliunmeskipun pasar saham jatuh dan rupee melemah.

 

 

2 dari 3 halaman

Perjalanan Karir

Dalam kisahnya, Modi mulai bekerja di toko pakaian ayahnya saat remaja. Pada usia 22, ia memutuskan untuk memulai perusahaannya sendiri dengan memproduksi secara massal pakaian etnis India yang terjangkau dengan 10.000 rupee ($235) dipinjam dari ibunya pada tahun 1999.

Modi yang menikah dini pada usia 21 dan menjadi ayah setahun kemudian menamai perusahaannya Vedant Fashions. Dia mengklaim salah satu merek pakaiannya Manyavar memiliki arti "keunggulan" dan "kehormatan", dalam bahasa Hindi. Jajaran pria, misalnya, termasuk kurta, jaket Nehru, dan sherwani.

Selama dua dekade berikutnya, ia berhasil membangun kerajaan mode etniknya di 223 kota di India. Tidak hanya itu, dia juga mengenalkan bisnisnya di luar negeri terutama di UEA dan Amerika Serikat dengan menargetkan diaspora India.

Saat ini Manyyavar sudah menjadi merek terbesar di segmen pakaian pernikahan pria dalam hal pendapatan dan profitabilitas. Tidak berhenti sampai di situ, dia pun berkelana ke pakaian wanita pada tahun 2015 dengan mereknya Mohey.

Pada tahun 2017, ia mengakuisisi Mebaz yaitu merek garmen warisan yang populer di negara bagian Andhra Pradesh dan Telangana di India selatan.

 

3 dari 3 halaman

Keuntungan Bisnis

Vedant Fashions tidak menawarkan diskon dan telah menambahkan lebih banyak merek ke portofolionya. Salah satunya Manyvar, itu termasuk merek dengan harga menengah. Sementara Twamev jadi merek pakaian dengan kisaran harga premium dan Manthan untuk pasar massal. Ketiganya telah mengikat bintang Bollywood popular, seperti Ranveer Singh dan Alia Bhatt sebagai duta merek.

Di samping itu, putra Modi yaitu Vedant juga sekarang bekerja di perusahaan itu sebagai chief marketing officer.

“Kami memiliki lintasan pertumbuhan yang kuat dengan margin terdepan di industri, metrik pengembalian, dan menghasilkan uang tunai yang sehat. Setiap rupee modal kerja dapat menghasilkan satu rupee laba setelah pajak yang sama dengan 90 persen arus kas bebas,” ujarnya dalam konferensi pers baru-baru ini.

Menurut perusahaan analitik Mumbai CRISIL, pasar pakaian etnis India diproyeksikan tumbuh antara 15-17 persen selama tiga tahun ke depan hingga menyentuh hampir 1.375 miliar rupee ($18,3 miliar) pada tahun 2025. Setiap tahun, 9,5 hingga 10,5 juta pernikahan dirayakan di India dengan anggaran harian rata-rata mulai dari 1 juta rupee ($ 13.000) hingga 2 juta rupee ($ 26.000), menurut CRISIL.

Bharat Chhoda, analis riset di ICICI Securities mengatakan dalam laporan Januari bahwa peningkatan pengeluaran untuk pernikahan akan semakin memperluas pasar. Hal itu akan menempatkan Vedant dengan waralaba merek yang kuat di tempat yang manis. Itu seharusnya membuat raja pernikahan India semakin kaya.

 

Reporter: Aprilia Wahyu Melati