Sukses

Menteri Teten Ingin Dongkrak Global Entrepreneur Index ke Peringkat 60, Apa Keuntungannya?

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ingin meningkatkan tingkat Global Entrepreneur Index (GEI). Saat ini Indonesia baru berada di ranking 75 dengan nilai 3,18 persen. Menteri Teten ingin setidaknya peringkat itu bisa naik ke 60.

Menteri teten pun menjabarkan agar angka Global Entrepreneur Index (GEI) bisa naik ke peringkat 60 yaitu dengan menambah 1 juta wirausaha baru.

"Kita ingin menikkan global entrepreneur index, saat ini kita di ranking 75, kita dorong sampai di ranking 60," kata dia dalam konferensi pers di Kementerian Koperasi dan UKM, Kamis (12/5/2022).

Dengan membaiknya peringkat yang ditarget dalam dua tahun kedepan itu, Menteri Teten menyebut ada keuntungan yang akan didapatkan Indonesia. Salah satunya adalah investasi yang masuk.

Lebih jauh, dengan masuknya investasi, akan juga berkibat pada pembukaan lapangan kerja. Apalagi, saat ini sektor UMKM berperan besar dalam pembukaan lapangan kerja di Indonesia.

"Kalau kita memperbaiki ekosistem bisnis kita, akan lebih mudah orang berusaha, Indonesia akan mendapat keuntungan, ada investasi masuk," katanya.

"Dan kita butuh investasi itu untuk membuka lapangan kerja, tentu nanti share kepada PDB, pajak, dan ekspor (meningkat)," katanya.

Di sisi lain, Menteri Teten ingin wirausaha atau UMKM ini nantinya tak hanya berorientasi ekspor saja. Tapi juga menyasar pasar domestik.

"Sebenarnya kita menumbuhkan wirausaha mapan bukan untuk tujuan ekspor saja, tapi banyak juga jadi substitusi impor, market besar, justru UMKM (bisa) mendominasi market dalam negeri, termasuk pasar ekonomi digital," katanya.

"Saya kira target kita kesana, ekspor maupun substitusi impor, terutama di pangan, model bisnis yang kita kembangkan misalnya korporatisasi pangan, ekosistem kemudahan untuk ekspor terkait setifikasi, terkait pembiayaan ekspor, pelatihan dan sebagainya termasuk promosi," tambah Teten Masduki.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Tambah 1 Juta Wirausaha

 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menargetkan ada 1 juta tambahan wirausaha baru dalam 2 tahun kedepan. Artinya, target itu harus bisa dicapai pada 2024 mendatang.

Menteri Teten menyebut Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 menjadi salah satu landasan guna mencapai target ini. Ia mengaku jumlah ini merupakan target terukur yang harus dicapai pemerintah.

"Kita ingin tambah 1 juta wirausaha, nanti (pemerintah) daerah itu 600 ribu dan dibawah pendampingan kementerian 400 ribu wirausaha," katanya dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Ia menuturkan, langkah ini merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong target Indonesia sebagai negara maju. Apalagi, sudah ada proyeksi Indonesia menjadi negara dengan pendapatan terbsar keempat pada 2045 mendatang.

"Prasyaratnya kita harus tambah jumlah pengusaha, jangan terlalu banyak aktivisnya tapi pengusaha minimum 4 persen," katanya.

 

3 dari 4 halaman

Caranya

Menteri Teten juga mengungkapkan caranya dalam mengejar target tersebut. Diantaranyan dengan memperkuat ekosistem bagi pengembangan kewirausahaan.

"Seperti yang sering saya sampaikan kita sedang mengubah pendekatan mulai dari pendampingan yang terus menerus, lewat inkubasi bukan lagi pelatihan-pelatihan yang hit and run," terangnya.

"Yang hanya sekali sewaktu saja, tapi ini harus dierami sampai menetas, pendekatannya harus inkubasi," imbuh Teten.

 

4 dari 4 halaman

Dukungan Kementerian BUMN

Pada kesempatan yang sama Staf Ahli Menteri bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting mengungkapkan dukungannya.

"Kami sangat mendukung program ini dan di Kementerian BUMN bersama BUMN sudah menyiapkan diri untuk mendukung dan menciptakan penambahan wirausaha mapan," katanya.

Salah satu upaya yang dilakukannya dengan hadirnya Rumah BUMN yang ada di 24 provinsi. Loto menyebut, fungsinya sebagai wadah perkembangan UMKM.

"Kami coba petakan bahwa support dari Kementerian BUMN itu ada 5, pertama adalah pelatihan UMKM untuk mendorong UMKM naik kelas, saat ini sudah ada Rumah BUMN di 34 provinsi untuk melatih dan suoaya UMKM naik kelas," paparnya.