Sukses

BKN Buka Lowongan Kerja Buat Lulusan IT, Simak Syaratnya!

Liputan6.com, Jakarta Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali membuka rekrutmen terbaru. Kali ini lowongan kerja bisa dimanfaatkan bagi para lulusan S1 jurusan IT.

Namun perlu diperhatikan, lowongan ini dikhususkan untuk jasa konsultan perorangan, bukan untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Jadi, bagi yang berminat segera kirim CV paling lambat 23 Mei 2022. Akan tetapi sebelum itu, ketahui lebih dulu apa saja kualifikasi yang dibutuhkan untuk bisa bergabung di BKN.

“Hai #SobatBKN lowongan jasa konsultan perorangan di Divisi IT BKN masih dibuka lho sampai tanggal 23 Mei 2022,” demikian penjelasan dikutip dari Instagram @bkn.go.id, Rabu (11/5/2022).

Seperti mengutip informasi dari Instagram BKN, berikut ini kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengisi posisi sebagai Back End Programmer di BKN.

Kualifikasi

1. Menguasai Node.js atau Go

2. Domisili Jabodetabek

3. Pedidikan minimal S1 Teknik Informatika/Teknik Komputer atau setara

4. Diutamakan yang telah memiliki portfolio membangun aplikasi menggunakan Node.js dan atau Go

5. Sertifikat pelatihan IT sesuai bidang

6. Dapat menggunakan GIT

7. Memiliki NPWP

8. Surat Keterangan Kerja dari perusahaan sebelumnya

9. Bukti pemotongan pajak penghasilan pasal 21 (Formulir 1721-A1) dan bukti penerimaan elektronik

Bagi yang berminat, silakan kirim CV melalui email dit.ppsiasn@bkn.go.id dengan subjek: BACK END_Nama.

“Bagi pelamar yg memenuhi kualifikasi akan diundang ke tahap interview,” tulis keterangan dalam Instagram BKN.

 

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Jumlah Pekerja Aktif Tumbuh 15 Kali Lipat Selama Pandemi Covid-19

Pandemi selama dua tahun terakhir telah menyebabkan fluktuasi tenaga kerja dengan adanya pemutusan hubungan kerja serta meningkatnya permintaan pekerja sementara, terutama di kalangan tenaga kerja kerah biru/non-eksekutif.

Sebagai penyedia solusi manajemen tenaga kerja garis depan, Workmate menawarkan solusi kepegawaian yang didukung teknologi untuk membantu bisnis menemukan pekerja harian berkualitas dan andal di berbagai industri (seperti warehousing, manufaktur, logistik, F&B, dan ritel).

Di Indonesia, Workmate telah melihat pertumbuhan pekerja aktif meningkat 15 kali lipat sejak pandemi dimulai, dengan 97 persen pekerja menggunakan aplikasi untuk mencari pekerjaan lanjutan.

"Indonesia adalah pasar yang strategis bagi Workmate, terlebih sekarang dengan meningkatnya kebutuhan solusi tenaga kerja yang fleksibel," kata CEO Workmate Mathew Ward dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (11/5/2022)

Tingkat engagement yang tinggi ini menunjukkan keberhasilan model bisnis Workmate dalam mencari pekerja terfokus yang cenderung lebih andal dan setia kepada klien bisnis.

Para pekerja dapat menemukan lebih dari satu pekerjaan di platform Workmate. Klien perusahaan berkisar dari waralaba global hingga startup unicorn teratas di kawasan ini, seperti IDC, Shipper dan Ismaya Group.

Startup ini juga menyediakan akses bagi pekerja untuk mencari lowongan serta membangun riwayat pekerjaan yang terverifikasi. Berkat teknologi, Workmate bisa menyediakan pekerja berkualitas tinggi kepada klien bisnis hingga 80 persen lebih cepat daripada solusi kepegawaian tradisional dan manual.

Platform digitalnya juga melacak data pekerja seperti riwayat pekerjaan, jadwal kerja, dan data kinerja real-time untuk membuat keputusan perekrutan yang tepat. Ini berlaku di berbagai industri, seperti logistik, manufaktur, serta gerai makanan dan minuman, guna mengelola staf kunci mereka di berbagai titik, dengan memastikan perubahan shift atau lokasi dapat dikomunikasikan secepatnya.

 

 

3 dari 3 halaman

Angka Pengangguran Turun Jadi 5,83 Persen per Februari 2022

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan tingkat pengangguran berkurang, dari semula 6,26 persen pada periode bulan Februari 2021 menurun hingga posisi 5,83 persen pada periode bulan Februari 2022.

Hal itu disampaikan dalam Keterangan Pers Bersama Menteri Kabinet Indonesia Maju, di Kantor Presiden, Senin (9/5/2022).

Menurutnya, langkah efektif yang diambil oleh Pemerintah dalam penanganan pandemi ini juga memberikan dampak penurunan terhadap tingkat pengangguran. Tentunya, hal ini membawa dampak yang positif bagi pemulihan ekonomi di Indonesia.

“Kondisi pandemi yang disebabkan oleh varian Omicron di Indonesia terlihat terus membaik, hal ini terjadi berkat langkah-langkah pengendalian yang dilakukan secara efektif sehingga juga tetap menjaga kinerja perekonomian Indonesia hingga hari ini,” kata Luhut.

Adapun kinerja pertumbuhan ekonomi Q1 tetap pada posisi yang kuat, tumbuh 5,01 persen, didukung oleh kinerja konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor yang solid meski dihadapkan pada tekanan varian omicron.

“Angka ini relatif baik dibandingkan dengan negara-negara dunia,” imbuhnya.