Jalan Rigid Duduksampeyan Dibuka, Mudik Lebaran di Pantura Bebas Contraflow

Pembukaan perkerasan rigid Duduksampeyan ini lebih cepat 4 hari dari target yang diberikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Diterbitkan 19 April 2022, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta

 

Kurangi Kepadatan

Ia menjelaskan, perkerasan rigid yang baru dibuka ini merupakan bagian dari Paket Preservasi Jalan Babat-Lamongan-Gresik MYC tahun anggaran 2021-2023.
 
"Dengan dibukanya jalan ini, berarti sudah ada sekitar 7 km jalan yang beroperasi, yaitu pada km 33+600 hingga 40+600," terangnya.
 
Diharapkan dengan dibukanya jalan pada ruas tersebut dapat mengurangi kepadatan lalu lintas saat menjelang lebaran, khususnya di ruas jalan nasional dari Gresik-Lamongan dan sebaliknya.
 
Paket Preservasi Jalan Babat-Lamongan-Gresik MYC tahun anggaran 2021-2023 didanai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan penyedia jasa konstruksi PT Cahaya Indah Madya Pratama-PT Airlanggatama Nusantarasakti, skema Kerja Sama Operasi (KSO). 
 
Paket ini memiliki total panjang penanganan 16,64 km dimana target selesai pekerjaan pada 31 Agustus 2023 mendatang.
 

80 Juta Lebih Orang Mudik, Kemacetan Akan Luar Biasa

Kemacetan yang terjadi pada arus mudik Lebaran 2022 diyakini akan luar biasa. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian atau Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Menurut Airlangga, pemerintah sengaja membuat kebijakan cuti lebaran agar bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mudik. Survei juga menunjukkan angka jumlah pemudik bakal fantastis.

"Dalam rangka Idulfitri nanti, pemerintah sudah memberikan libur cuti massal dan tentu diharapkan cuti massal ini dapat dimanfaatkan untuk mudik dan berdasarkan survei yang dilakukan, yang akan mudik lebih dari 80 juta orang," ujar Airlangga di DPP Golkar, Senin (18/4/2022).

Airlangga menyebut dari 80 juta pemudik, sebanyak 14 juta berasal dari Jabodetabek dengan tujuan paling banyak ke Jawa Tengah. Ia memprediksi, terjadi kemacetan luar biasa akibat banyaknya pemudik.

"Jadi kira-kira kita paham apa yang terjadi dan kemacetan akan jadi hal yang luar biasa," kata Ketua Umum Partai Golkar ini.

Selama lebaran, kata Airlangga, pemerintah tidak melarang masyarakat melakukan kegiatan halal bihalal. Namun, bagi para pejabat masih dilarang untuk melakukan open house.

"Khusus untuk dari pejabat tetap tidak boleh open house dan halalbihalal, tetapi bagi masyarakat silakan. Tetapi tentu kapasitas ruangan harus disesuaikan," tutur Menko Perekonomian.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6