Sukses

Harga Anjlok, Mendag Siap Serap Telur Ayam Peternak untuk Bansos

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyiapkan strategi untuk kembali mengerek harga telur ayam yang tengah anjlok. Salah satunya, dengan menyerap telur-telur peternak untuk bantuan sosial yang diberikan pemerintah.

"Harga telur ini karena memang daya belinya turun. Maka harga telur secara nasional berada sekitar 10-20 persen dari harga standar Kementerian Perdagangan," kata dia dikutip dari Antara, Sabtu (25/9/2021).

Kondisi inilah yang membuat Mendag terus berupaya agar para peternak tetap sejahtera. Diakui Lutfi, persoalan ini sudah dibahas oleh pemerintah. Alhasil, sejumlah strategi pun akan dilakukan untuk membantu derita peternak ayam petelur.

Salah satu instrumen yang akan dilakukan, yakni dengan menyerap hasil panen para peternak untuk bantuan sosial dari pemerintah. Selain membantu para peternak ayam petelur, strategi ini juga bisa menjaga gizi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Jadi ini salah satu terobosan-terobosan yang sedang dipikirkan oleh pemerintah. Supaya harga telur ini baik, dan juga meningkatkan gizi masyarakat. Ini yang sedang kami pikirkan. Kita bantu semua sama-sama, supaya bisa jalan perekonomian," ungkap Lutfi, memberi sebuah harapan.

Sebagai informasi, harga telur ayam anjlok di sejumlah daerah Indonesia. Harganya bahkan terus menyentuh level terendah hingga di bawah Rp20.000 per kilogram (kg) dari harga normal Rp20.000 sampai Rp25.000. Di tingkat agen bahkan harganya menyentuh Rp17.500 per kg.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Harga Telur Ayam Terjun Bebas, Peternak Resah

Para peternak tengah mengeluhkan harga telur ayam yang terjun bebas di pasaran. Bahkan, kini harga telur ayam sentuh Rp 13 ribu per kilogram (kg).

Presiden Peternak Layer Indonesia, Ki Musbar Mesdi mengungkapkan bahwa harga tersebut tidak sebanding dengan biaya pokok produksi telur itu sendiri.

"Harga telur ditingkat peternak saat ini hancur tinggal Rp 13 ribuan - Rp 15 ribuan per kg. Sedangkan di satu sisi, Harga Pokok Produksi 1 kg telur saat ini sudah mencapai Rp 21 ribu per kg," kata Ki Musbar kepada Liputan6.com, Jumat (17/9/2021).

Ia melanjutkan tingginya harga pokok produksi ini lebih disebabkan naiknya harga pakan ayam. Harga pakan ayam naik lebih karena harga jagung yang tidak lagi murah, yaitu Rp 6.000 per kg.

"Jadi per kg telur peternak ayam rugi rata-rata Rp 7.000 per kg per telur," ungkapnya.