Sukses

Penyaluran Bansos Akan Pakai Biometrik Bukan Kartu, Uji Coba Mulai 2022

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Sosial (Kemensos) akan mengubah sistem penyaluran bantuan sosial atau bansos pada 2022. Nantinya akan dilakukan uji coba penyaluran bansos secara biometrik di tahun depan.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma mengatakan bahwa uji coba akan dilakukan pada beberapa wilayah terlebih dulu.

"InsyaAllah tahun depan itu, uji coba di 7 provinsi, ada beberapa kabupaten/kota," ujar dia, seperti dilansir dari Antara di Jakarta.

Menurut Risma dalam uji coba tersebut penyaluran bantuan sosial tidak lagi menggunakan kartu. Jika kartunya rusak, penerima manfaat boleh hanya dengan membawa identitas diri ke e-Warong.

"Nanti penjualnya men-download aplikasi kami, kemudian transaksi, jadi tidak bisa keluar minuman keras, rokok," jelasnya.

Selain itu, kebijakan pemberian bansos juga akan dibedakan berdasarkan letak geografis penerima manfaaat. Untuk lokasi yang terjauh, bank akan datang ke tempat nasabah.

Kemudian soal ketimpangan harga di tiap daerah, Risma mengatakan, terutama di Papua harga bahan pokok menjadi lebih tinggi, sehingga tidak dipaksakan bansos tersebut untuk membeli beras.

2 dari 2 halaman

Bansos Tunai Rp 300 Ribu Dihapus

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma mengatakan bahwa pemerintah tidak akan lagi melanjutkan penyaluran bantuan sosial atau bansos tunai (BST) Covid-19 senilai Rp 300 ribu.

Alasannya, bantuan sejatinya hanya diberikan pada saat kedaruratan saja. "BST cuma dua bulan. Jadi kan kemarin awal 2021 cuma empat bulan Januari sampai April, ditambah dua bulan karena PPKM darurat, Mei dan Juni," ujar dia, seperti dikutip dari Antara.

Risma menegaskan penyaluran bansos tunai hanya diberikan apabila terjadi kegawatdaruratan di masa pandemi Covid-19.

Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut. "Sudah, saya enggak berani. Itu emang BST penyalurannya disebabkan untuk pandemi," ujar dia.

Seperti diketahui, bansos tunai diberikan pemerintah melalui Kemensos selama masa PPKM darurat. Besarannya Rp 300 ribu yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia ke penerima bantuan. Bantuan ini ditujukan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) BST.