Sukses

Mengenang Kisah Cinta Miliarder Bill Gates dan Melinda Gates yang Cerai Usai 27 Tahun Bersama

Liputan6.com, Jakarta Kabar mengejutkan datang dari pasangan orang kaya dunia, Bill Gates yang merupakan miliarder sekaligus pendiri raksasa teknologi Microsoft, dengan istrinya, Melinda Gates. Keduanya mengumumkan perceraiaannya lewat akun twitter resmi Bill Gates hari Senin kemarin.

Keduanya resmi bercerai setelah 27 tahun mengarungi biduk rumah tangga bersama, dan dikarunia tiga orang anak. Bahkan keduanya berbagai pekerjaan yang sama saat mengurusi yayasan yang dibangunnya beberapa tahun silam.

Dalam cuitannya di twitter tersebut, Gates menulis, "Setelah berpikir matang dan berusaha keras dalam hubungan kami, kami memutuskan untuk mengakhiri pernikahan kami," tulis Bill Gates.

Jika merunut pada perjalanan kisah rumah tangganya, keduanya cukup terkenal sebagai pasangan yang kompak juga ideal. Uniknya, Melinda Gates pernah mengatakan keduanya bahkan masih sering mencuci piring bersama setiap malam, ini demi menjaga kesetaraan di antara mereka.

"Kami harus berubah untuk benar-benar menjadi rekan yang setara, ini bukan sesuatu yang langsung terjadi dalam semalam, tapi kami berdua berkomitmen untuk itu," jelas dia seperti dikutip dari Business Insider, Rabu (5/5/2021).

Keduanya pertama kali bertemu di tahun 1987, saat Melinda pertama kali bergabung dengan perusahaan sebagai manajer produk di Microsoft.

Keduanya sempat bertemu dalam sesi makan malam petinggi perusahaan. Sebelum akhirnya mereka kembali bertemu di parkiran kantor Microsoft, dan tanpa basa-basi Gates langsung mengajaknya kencan yang ia jadwalkan dua minggu setelah hari itu.

Melinda kemudian hanya menjawab, "Dua minggu dari malam ini? saya bingung harus melakukan apa selama dua minggu itu," sebutnya. Ia kemudian memberi Gates nomor ponselnya.

Melinda yang meminta Gates menelponnya beberapa hari kemudian, tanpa disangka justru mendapat panggilan telepon dari Gates di malam yang sama, hanya berselang beberapa jam setelah mereka bertemu. Ini justru membuat Melinda tampak bingung dan berkata "apakah ini cukup spontan untukmu?".

Melinda yang awalnya sedikit kesal dengan sikap Gates, kemudian berhasil luluh setelah telepon Gates malam itu. Dan dari situlah kencan selama tujuh tahun keduanya di mulai.

 

2 dari 5 halaman

Memulai Rumah Tangga

Ibunda Melinda sebelumnya sempat keberatan dengan hubungan tersebut. Seperti yang Melinda ceritakan dalam sesi wawancara dengan majalah Fortune, awalnya ibunda Melinda kurang yakin kisah asmara putrinya bakal sukses dengan seorang CEO perusahaan.

Tetapi pasangan itu tidak acuh. Jurnalis Business Insider, Tanza Loudenback menyebut bahwa mereka tidak ingin menonjolkan diri di tempat kerja dan meminta kolega serta anggota keluarga untuk menghormati privasi mereka.

Tidak mengherankan, hubungan mereka sudah jadi rahasia umum di kalangan karyawan Microsoft saat itu. Sebelum akhirnya mereka resmi mengumumkan di depan publik saat Gates melamar Melinda pada tahun 1993, dan mereka memutuskan menikah pada awal tahun 1994.

"Jika saya melihat ke belakang, Bill adalah tipe pria yang sama dengan saya saat kuliah. Saya sangat menghormatinya, dan dia menghormati saya," sebutnya.

Pernikahan keduanya dilakukan secara tertutup di Hawaii. Di sebuah resort mewah Manele Bay Hotel, dan acara ikrar janji dilakukan di sebuah lapangan golf. Diperkirakan pernikahan tersebut menelan biaya USD 1 juta.

Untuk menjaga privasi pernikahan, Gates memesan semua kamar hotel, sampai dengan semua helikopter di pulau tempat resepsi tersebut berlangsung, untuk mencegah adanya pengunjung yang tidak diinginkan datang ke acara mereka.

Keduanya mendapat hadiah pernikahan dari orang tua Gates, berupa patung sepasang burung yang melihat ke arah yang sama, seolah sedang menatap cakrawala. Sementara dalam sebuah tulisannya kepada publik tahun 2018 silam, Melinda menyebut patung itu masih disimpannya di depan rumah mereka.

"Saya memikirkannya sepanjang waktu, karena pada dasarnya kami melihat ke arah yang sama." tulisnya dalam surat itu.

Setahun pasca pernikahan, rumah mewah keduanya kemudian selesai di bangun. Rumah yang diberi nama "Xinadu 2.0" ini berada di wilayah Medina, negara bagian Washington, Amerika Serikat.

Pada tahun 2016, harga rumah tersebut ditaksir mencapai USD 124 juta, dan menjadikannya salah satu rumah paling mahal yang ada di dunia.

3 dari 5 halaman

Caranya Membesarkan Anak

Dari hasil pernikahannya, kedua pasangan ini memiliki dua orang putri dan seorang putra. Dan dalam sebuah wawancaranya dengan media, Gates menyebut tidak memberi anak-anaknya akses ke smartphone hingga mereka berusia 14 tahun.

Masing-masing anak Gates diketahui bakal mewarisi hanya sekitar USD 10 juta dari kekayaan orang tua mereka yang nilainya saat ini lebih dari USD 100 miliar. Sementara sebagian besar sisanya akan disumbangkan untuk amal.

"Kami ingin mencapai keseimbangan di mana mereka memiliki kebebasan untuk melakukan apa pun, tetapi tidak banyak uang yang diberikan kepada mereka sehingga mereka dapat keluar dan tidak melakukan apa-apa," kata Bill kepada TED.

Meski begitu, keduanya cukup suportif kepada anak-anaknya, bahkan rela merogoh kocek dalam demi mendukung bakat sang anak. Seperti yang dilakukannya pada anak sulungnya, Jennifer Katharine Gates yang merupakan atlet nasional pertunjukan melompat.

Ia membeli beberapa properti seharga USD 37 juta di Wellington, Florida yang terkenal sebagai wilayah latihan berkuda terbaik di AS.

4 dari 5 halaman

Bersama Mendirikan Yayasan Bill and Melinda Gates Foundation

Setelah lamaran di tahun 2013, di penghujung tahun yang sama, keduanya melakukan perjalanan liburan ke Afrika. Di sana mereka menemukan banyak orang yang kelaparan dan hidup dalam garis kemiskinan yang ekstrem.

Saat berjalan menikmati hembusan angin di tepi pantai di wilayah Zanzibar, Tanzania, keduanya mulai terpikir untuk mencari cara membantu orang-orang yang ditemuinya tadi. Ia berpikir bagaimana cara mereka memakai kekayaannya untuk mengatasi masalah tersebut.

"Tidak adil jika kita memiliki begitu banyak kekayaan ketika milyaran orang lain memiliki sangat sedikit," tulis keduanya dalam sebuah laporan tahunan yayasan.

Melinda pernah menyebut dirinya sering bekerja sendirian di yayasan saat awal-awal mereka mendirikannya. Pasalnya Gates masih terikat dengan jabatannya sebagai CEO Microsoft, sebelum akhirnya Gates mundur dari posisi tersebut tahun lalu dan fokus mengurusi yayasannya.

Keduanya bahkan dianugerahi penghargaan medali presidensial untuk kebebasan dari Presiden Barack Obama pada tahun 2016. Ini diberikan berkat aksi filantropi mereka di yayasan.

Sekalipun sudah hidup bertahun-tahun dan bekerja di yayasan yang sama, keduanya tidak mengelak adanya perbedaan pendapat. Meski begitu, Melinda menyebut keduanya menyelesaikan masalah perbedaan pendapat tersebut lewat saling berbagi prinsip, kepercayaan dan pikiran yang terbuka.

Mengenai kemitraan kerja mereka, Bill menulis bahwa persepsi bahwa Melinda adalah "jantung" organisasi adalah semacam stereotip.

Gates juga membeberkan tentang peran penting sosok Melinda dalam pekerjaannya, terutama saat Gates berniat memutuskan sesuatu.

"Sama seperti dia tahu saya lebih emosional daripada yang disadari orang, saya tahu dia lebih analitis daripada yang disadari orang. Ketika saya benar-benar antusias tentang sesuatu, saya mengandalkan dia untuk memastikan bahwa saya realistis." Sebutnya.

Kini, setelah keduanya resmi mengumumkan perceraian, kabarnya Gates dan Melinda masih bakal bekerjasama untuk melakukan beberapa tugas di yayasan.

Kesibukan keduanya dengan pekerjaan masing-masing diduga kuat jadi salah satu alasan mereka memutuskan mengakhiri hubungan. Dalam artikel yang dirilis New York Times, menyebut hubungan keduanya sudah berulang kali diterpa guncangan, namun masih tetap bertahan.

Termasuk keputusan besar Gates mundur dari posisi penting di Microsoft dan Berkshire Hathaway, tujuannya ialah untuk memperbanyak waktunya dengan keluarga.

"Dan percayalah, saya dapat mengingat hari-hari yang sangat sulit dalam pernikahan kita di mana Anda berpikir, 'Bisakah saya melakukan ini?' " Kata Gates dalam sebuah wawancara pada tahun 2019 di The Sunday Times of London.

Reporter: Abdul Azis Said

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Ini