Sukses

Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Seharga Rp 3 Miliar, Apa Saja Kelebihannya?

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki awal triwulan kedua 2021, PT Summarecon Agung Tbk, kembali pasarkan ruko bergaya Eropa seharga Rp 3 miliaran. Peluncuran produk baru properti tersebut, guna menjawab meningkatnya kebutuhan ruang usaha, geliat bisnis, investasi dan dunia wirausaha yang terus tumbuh dengan dinamis di kawasan Summarecon Serpong, Kabupaten Tangerang.

“Produk terbaru Summarecon Serpong kali ini hadir dengan menyesuaikan kebutuhan konsumen dan perkembangan zaman dan tepat dalam adaptasi tatanan baru saat ini, sekaligus menjadi jawaban untuk jiwa-jiwa entrepreneur," ungkap Magdalena Juliati selaku Executive Director Summarecon Serpong, Sabtu (17/4/2021).

Ruko Aristoteles, berada tepat di depan Klaster hunian dengan nama yang sama, akan melengkapi masterplan dari kawasan Scientia Garden, yang disusun sistematis dan seimbang antara area hunian dan komersial, sehingga tercipta township terpadu yang hidup. Terinspirasi dari bangunan-bangunan klasik di kawasan komersial yang berada di benua Eropa, serta sentuhan keindahan tersebut kepada Ruko Aristoteles

"Harapannya keindahan klasik dalam balutan arsitektur kekinian dapat menjadi daya tarik dari usaha yang akan dibuka di area ini, sehingga lebih terkenal dan menarik target market yang disasar," tuturnya.

Dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 3 miliaran, unit usaha ini memiliki ukuran luas tanah mulai dari 80 meter persegi dengan luas bangunan 126 meter persegi. Summarecon Agung pun menyediakan 82 unit ruko yang mulai dipasarkan 24 April nanti.

Lantaran mendukung dunia usaha, terutama wirausaha muda, pengembang menyediakan beberapa kemudahan pembayaran. Sperti tunai keras, bertahap via SFK hingga 60 kali, KPP Ekspress bertahap 12 dan 24 kali flat, atau DP cicil 15-20 persen, hingga 10 kali, yang akan dibantu oleh banking partner yang bekerjasama.

"Program khusus diberikan dalam penjualan perdana, yaitu bentuk dukungan dan kepedulian terhadap para calon pelaku dan dunia wirausaha berupa insentif buka usaha senilai 50 juta rupiah dan gratis iuran pemeliharaan lingkungan atau IPL hingga dua tahun,"ungkap Magdalena. (Pramita Tristiawati)

2 dari 3 halaman

Summarecon Agung Bidik Dana Rp 1,5 Triliun dari Rights Issue, Buat Apa Saja?

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan menggunakan dana penawaran umum terbatas II atau rights issue untuk memperkuat struktur modal dan melunasi utang.

Emiten properti ini akan menambah modal melalui mekanisme  hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan membidik dana Rp 1,5 triliun.

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengharapkan, dana dari rights dapat memperkuat struktur permodalan perseroan. Dengan demikian dapat menambah kemampuan untuk meningkatkan kegiatan usaha, kinerja dan daya saing perseroan.

"Dengan meningkatnya kinerja dan daya saing perseroan, diharapkan pula dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham perseroan," tutur Adrianto seperti dilansir dari Antara, ditulis Kamis, (8/4/2021).

Saat pelaksanaan rights issue ini, pemegang saham mayoritas emiten berkode saham SMRA itu telah menyatakan akan ikut mengeksekusi haknya.

Perseroan akan menggunakan dana dari rights issue itu untuk memperkuat struktur permodalan, pembayaran utang dan modal kerja untuk mempercepat pengembangan usaha lerseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak.

"Summarecon memandang optimistis pertumbuhan pasar properti di Tanah Air. Dengan berbagai dukungan dari regulasi pemerintah, turunnya angka penularan COVID-19 yang disertai kegiatan vaksinasi massal, diyakini akan mendukung pemulihan penjualan properti secara bertahap," tutur Adrianto.

Perseroan berharap kinerja semakin meningkat seiring dengan berkembangnya skala usaha perseroan, melalui pengembangan produk-produknya yang inovatif dan berkualitas yang akan meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi seluruh pemangku kepentingan.

Mengutip data RTI, saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) naik tipis 0,52 persen ke posisi Rp 975 per saham. Saham SMRA naik tipis lima poin ke posisi Rp 975 per saham.

Saham SMRA berada di posisi tertinggi Rp 995 dan terendah Rp 945 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.414 kali dengan nilai transaksi Rp 24,3 miliar. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: