Sukses

Jualan Beras, Bulog Ingin Rebut Kembali Pasar TNI, Polri dan PNS

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog ingin memperluas pangsa pasar di tahun ini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah ingin menjadi pemasok beras untuk kalangan TNI, Polri, juga ASN atau PNS.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, Bulog telah menemui Panglima TNI, Kapolri, hingga Menteri Keuangan untuk mewujudkan hal itu. Sebab, imbuh dia, pasar anyar ini mampu menambal hilangnya andil Bulog dalam penyaluran bansos beras sejahtera (Bansos Rastra).

"Saya ingin Bulog kembali produksi beras untuk TNI, Polri, ASN di seluruh Indonesia. Saya ingin meraih pasar kembali dari TNI, Polri, ASN ini," ujar pria yang akrab disapa Buwas dalam acara Perkenalan Direksi dan Strategi Perum Bulog 2021, Rabu (3/2/2021).

Bos Bulog ini menambahkan, menjual beras untuk kalangan TNI, Polri, serta ASN dapat memperbaiki kinerja perseroan dalam aktivitas bisnis. Lantaran, penugasan Bulog telah dihentikan setelah buruknya kualitas beras yang diperoleh aparat negara.

"Jadi, pengalaman saya dulu di Polri mendapatkan beras bulog tidak baik, sehingga diputus. Ini pembelajaran sendiri dulu daripada beras ini tidak dijual dipaksa untuk pakai beras bulog, padahal kualitasnya rendah," terangnya.

Maka dari itu, Buwas menjamin kualitas beras yang dihasilkan oleh Bulog saat ini akan jauh lebih bagus. Tentunya dengan harga yang juga lebih murah murah karena beras produksi sendiri.

 

2 dari 3 halaman

Hitungan Budi Waseso

Untuk gambaran, dia menjelaskan soal besaran tunjangan beras yang selama ini diterima ASN berkisar Rp7.200 per kilogram beras. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Nomor 67 Tahun 2020 tentang Tunjangan Beras dalam Bentuk Natura dan Uang.

Sementara besaran tunjangan untuk pegawai setiap bulannya sebesar 10 kilogram beras dengan perhitungan Rp8.000 per kilogram. Jika diberikan dalam bentuk uang tunai, nominalnya Rp7.242 per kilogram atau Rp72.420 per orang tiap bulannya.

"Mereka selama ini belinya Rp12.000 di pasar bebas, jadi mereka sebenarnya nombok, tapi dia tidak pernah protes karena enggak tahu. Kalau beli di Bulog nanti, beras premium kita sesuaikan harga sehingga lebih murah. Jadi tiap bulan kalau kita suplai baru untuk TNI, Polri," tutupnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: