Sukses

Jokowi Umumkan Nama Direksi SWF Indonesia Pekan Depan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menyeleksi nama-nama yang akan mengisi kursi direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF) Indonesia. Setidaknya dalam satu pekan ini nama-nama tersebut akan diumumkan ke publik.

"Jadi, saya harap pekan ini atau di pekan depan kita bisa mengumumkan siapa BOD yang akan urus investasi di Indonesia. Kita percaya, mereka bisa mendapatkan yang terbaik untuk menjalankan organisasi ini," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di acara Mandiri Investment Forum, Rabu (3/2/2021).

Dengan adanya LPI ini, maka ke depan Indonesia akan banyak mendapatkan peluang investasi. Masuknya investor ke Indonesia ini dibuat agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan membantu pergerakan sendi sendi ekonomi.

Dia mencontohkan, selama ini pertumbuhan ekonomi ditopang aktivitas UMKM. Apalagi selama pandemi ini, aktifitas industri kecil dan menengah menjadi penyelamat. Hanya saja, memang selama ini kepedulian pemerintah terhadap UMKM ini masih belum maksimal.

"Kita juga percaya bahwa tulang punggung dari ekonomi kita adalah UMKM tersebut. Kita bicara banyak sekali tentang UMKM tapi kita memberikan sangat sedikit perhatian terhadap mereka," tambah Luhut.

Seperti diketahui, saat ini sudah ada tiga nama yang berada di meja Presiden. Tiga nama ini disinyalir akan menjadi kandidat kuat sebagai pentolan dari LPI ini. Ketiganya adalah Ridha Wirakusumah, Tigor Siahaan dan Arif Budiman.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

3 Target Investor yang Diincar SWF Indonesia

Sebelumnya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia menargetkan tiga jenis investor. Para investor ini memiliki keleluasaan menentukan jenis investasi yang dituju. 

Kartika mengatakan, investor jenis pertama adalah SWF dari negara lain. SWF ini nantikan akan diajak kerja sama dengan LPI dan jenis investasinya menyesuaikan dengan ketertarikan dari SWF negara lain.

"Maka dari itu, saat ini kita telah melakukan diskusi dengan beberapa SWF negara lain untuk membahas potensi ini," kata Kartika dalam Mandiri Investment Forum secara virtual di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Kedua, pemerintah ingin LPI menarik investasi dari dana pensiun yang ada di negara lain untuk mencari dana jangka panjang dengan imbal hasil stabil. Dia menyebut, saat ini ada beberapa dana pensiun dari Kanada dan Belanda yang telah melakukan pembicaraan.

"Ketiga, tentu pemain di private equity, bukan hanya private equity secara umum tetapi juga private equity yang memiliki ketertarikan secara spesifik di sektor infrastruktur, teknologi, ataupun kesehatan," ungkapnya.

Tiko menambahkan, para investor di LPI akan memiliki fleksibilitas untuk menentukan jenis investasi yang akan dituju. Menurut dia, LPI nantinya bisa bekerja sama untuk membuat platform yang melayani investasi ganda dengan aset yang berbeda.

"Sedangkan bagi investor yang hanya tertarik pada aset tertentu, misalnya ada beberapa investor yang sangat tertarik dengan investasi bandara, juga dapat melakukan investasi tepat pada infrastruktur bandara yang sedang kami persiapkan saat ini," pungkas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: