IHSG Berpotensi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Pilihan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali fluktuaktif dengan kecenderungan tertekan.

Diterbitkan 19 Januari 2021, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih berfluktuasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan saham Selasa, (19/1/2021).

“Secara teknikal IHSG bergerak tidak mampu berbalik di atas support MA5 dan bergerak cenderung alami momentum berarish dari indikator RSI dan stochastic yang dead-cross. Indikator MACD bergerak cross over negatif,” tulis Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, (BEI), Selasa, 19 Januari 2021.

Ia menambahkan, IHSG berpotensi kembali fluktuaktif dengan kecenderungan tertekan. IHSG akan bergerak di kisaran 6.275-6.400.

Sementara itu, Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, IHSG masih berpotensi menguat secara teknikal.  Ia mengatakan, berdasarkan indikator, MACD, stochastic, maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif.

“Di sisi lain, terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan ada potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” kata dia.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Pilihan Saham

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Sementara itu, Nafan memilih sejumlah saham yang dapat jadi pertimbangan investor, antara lain:

1.PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

Pergerakan harga saham hampir menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.

"Akumulasi Beli” pada area level 11.525 – 11.625, dengan target harga secara bertahap di 12.100, 12.400, 12.650 dan 13.750. Support: 11.100 dan 10.750.

2.PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

 Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

"Akumulasi Beli” pada area level 1.420 – 1.440, dengan target harga secara bertahap di level 1.470, 1.600, 1.730 dan 1.860. Support: 1.400 dan 1.340.

3.PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.

“Akumulasi Beli” pada area level 1.500 – 1.535, dengan target harga secara bertahap di level 1.565, 1.720, 1.875 dan 2.030. Support: 1.485 dan 1.410.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • Saham Pilihan