Sukses

Top 3: Harga Emas Ambruk

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas turun lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Jumat. Tercatat, Harga emas dipasar spot turun 1 persen menjadi USD 1.827,90 per ons, setelah sebelumnya turun sebanyak 1,3 persen.

Analis U.S. Global Investors Michael Matousek menjelaskan, dari sisi teknis, harga emas memiliki dukungan yang kuat sekitar USD 1.775 per ons, dan penurunan ke level itu dapat memicu aksi beli lagi.

Artikel mengenai pelemahan harga emas ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Minggu 17 Januari 2021:

1. Harga Emas Merosot 1 Persen karena Tekanan Dolar AS

Harga emas turun lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta), dan menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut. Pendorong pelemahan harga emas ini karena penguatan dolar AS.

Mengutip CNBC, Sabtu (16/1/2021), harga emas dipasar spot turun 1 persen menjadi USD 1.827,90 per ons, setelah sebelumnya turun sebanyak 1,3 persen. Sementara harga emas berjangka AS turun 1,2 persen ke level USD 1.829,90 per ons.

The dollar index yang merupakan indeks dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia, berada di jalurkenaikan mingguan terbesar sejak Oktober 2020. Penguatan dolar AS ini membuat emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Simak artikel selengkapnya di sini

 

2 dari 3 halaman

2. Kemenko Perekonomian Cari Tenaga Pendukung Analis, Simak Syaratnya

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian membuka lowongan kerja untuk posisi Tenaga Pendukung Analis Bidang Sektor Eksternal. Perekrutan ini dibuka hingga batas waktu Minggu, 17 Januari 2021.

Mengutip laman Bursa Kerja Depnaker, Sabtu (16/1/2021), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencari tenaga pendukung analis yang mampu mengidentifikasi isu/kebijakan di bidang transaksi finansial dan modal.

Selain itu, pekerja di bidang ini juga akan diberi tugas untuk menyusun bahan pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang masalah serta kegiatan di bidang transaksi finansial dan modal.

Simak artikel selengkapnya di sini

 

3 dari 3 halaman

3. Utang Pemerintah hingga Akhir Desember 2020 Capai Rp 6.074,56 Triliun

Posisi utang Pemerintah per akhir Desember 2020 berada di angka Rp 6.074,56 triliun dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 38,68 persen. Komposisi utang pemerintah pusat ini didominasi dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN).

Dikutip dari data APBN KITA Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sabtu (16/1/2021), secara nominal, utang pemerintah mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Hal ini disebabkan pelemahan ekonomi sebagai akibat dari pandemi Covid-19.

komposisi utang pemerintah pusat ini didominasi dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN). Tercatat sampai akhir Desember 2020 utang dalam bentuk SBN mencapai Rp 5.221,65 triliun atau 85,96 persen dari posisi utang.

Simak artikel selengkapnya di sini